Scroll untuk baca artikel
Ruang Cinta Pusaka

Mengenal Lebih Dekat Makam Belanda di Kebun Raya Bogor

1430
×

Mengenal Lebih Dekat Makam Belanda di Kebun Raya Bogor

Sebarkan artikel ini
Mengenal Lebih Dekat Makam Belanda di Kebun Raya Bogor 1

BOGOR, Kobra Post OnlineKota Bogor memiliki dua pemakaman Belanda, yang pertama di Kompleks Kebun Botani Bogor dan yang kedua di Cipaku yang merupakan pindahan dari Kerkof di Jalan Kebon Jahe. Lokasi pemakaman Belanda dulu, kini beralih fungsi menjadi Pusat Batik Bogor.

Sekitar tahun 2009, jika mengunjungi kerkof Cipaku saya masih bisa menikmati patung-patung simbol kematian yang indah, sosok patung bergaya neo klasik namun kini tak satupun dijumpai, telah raib dijarah tangan-tangan yang tak mengerti pentingnya sejarah. Syukur masih ada makam Arsitek F. Silaban yang terawat baik dengan rumput masih hijau diatas pusara tersebut.

Terkait pemakaman Belanda sering saya mengunjunginya sendirian. Jalan-jalan diantara makam-makam yang umumnya berbentuk monumen batu segi empat pendek. Sesekali membaca teks yang tertera pada bidang bagian depan makam tersebut.

Mengenal Lebih Dekat Makam Belanda di Kebun Raya Bogor 3
Baca juga: Peranan Gubernur Jenderal Hindia Belanda

Kerkhof yang terletak tepat dibelakang Kantor Pos itu adalah kawasan pemakaman Belanda yang usianya lebih tua dari Kebun Botani. Karena kuburan tertua adalah milik Cornelis Potmans yang meninggal dan dikubur pada 2 Mei 1784.

Kebun Botani Buitenzorg seperti diketahui diresmikan pada 18 Mei 1817. Jadi ada selisih waktu 33 tahun antar keduanya. Sedangkan pemakamam terakhir adalah ketika Prof. Dr. Andrè Joseph G. H. Kostermans, botanikus termashur ketika meninggal dan dimakamkan pada 10 Juli 1994. Ia memang telah berwasiat jika meninggal dunia ingin dimakamkan di Kebun Botani Bogor dibawah naungan keteduhan pohon-pohon yang dicintainya.

Kerkhof dengan luas sekitar 700 m² itu terbaring 34 jasad sosok orang Belanda, dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Dari sosok Gubenur Jenderal masa VOC, sampai yang tak sempat memiliki nama karena meninggal saat dalam kandungan beserta ibunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *