Karier Satyawati Suleiman sebagai seorang arkeolog dengan spesialisasi ikonografi atau seni arca itu tak hanya terbatas dalam lingkup penelitian obyek-obyek kepurbakalaan belaka. Pada tahun 1958, Pemerintah menugaskannya sebagai Atase Kebudayaan di New Delhi, India. Selama menjabat Atase Kebudayaan, ia melakukan penelitian dan tinjauan lapangan terkait dengan keberadaan arca-arca yang banyak dijumpai di India. Kegiatan ini menambah wawasan dan sumber kajian berharga untuk penulisan arkeologi dan sejarah kesenian.
Seusai menjabat Atase Kebudayaan di India tahun 1961, kemudian alih dinas ke London, Inggris sampai tahun 1963. Kembali ke tanah air langsung diangkat sebagai Kepala Bidang Arkeologi Klasik di Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional ( LPPN), dari tahun 1963 sampai tahun 1973.
Pada tahun 1973 juga, ia menggantikan posisi Dr. R. Soekmono sebagai Kepala LPPN dan sekaligus menjabat sebagai Penanggung Jawab Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Menjelang akhir jabatan sebagai Kepala LPPN, lembaga tersebut berganti nama menjadi Pusat Penelitian Dan Arkeologi Nasional, disingkat hingga sekarang menjadi Puslit Arkenas.











