Kini Kawasan yang pada masa Kolonial disebut sebagai Chinese Camp itu, telah tertata dengan nyaman. Pemerimtah Kota Bogor memanjakan warganya dengan membangun pedestrian untuk para pejalan kaki. Diarea pedestrian dilengkapi dengan keindahan atribut dan furnitur kota berupa tata lampu dan assesoris kota yang sangat indah.
Kelak nantinya, kawasan Sunda-Tionghoa ini akan berdampingan dengan Kawasan Sunda-Arab setelah ditata dari titik kawasan tanjakan Empang, alun-alun Empang sampai tepi Sungai Cisadane dan sekitar kawasan Layungsari.
Masa depan wajah Kota Bogor akan diperkaya oleh kehadiran sebuah alun alun kota. Sebuah alun-alun yang memadukan berbagai aspek religius dengan Masjid Agung, yang ramah lingkungan dan keluarga. Aktivitas kreasi dan ekspresi seni, tampilan sejarah dari masa Pajajaran akan dilengkapi pula dengan kehadiran pohon “samidha”.
Masa kolonial dan masa Bogor kiwari adalah sebuah gambaran dari tradisi Kota Bogor sebagai Kota Ilmu Pengetahuan Alam dan Penelitian. Menjadi satu dari keragaman etnis dan kehidupan religi.
Penulis : Rachmat Iskandar











