Scroll untuk baca artikel
Ruang Cinta Pusaka

HJB, Antara Pesta Rakyat dan Pejabat

9834
×

HJB, Antara Pesta Rakyat dan Pejabat

Sebarkan artikel ini
hjb
Lawang Salapan Kota Bogor.

Di berbagai kawasan kota, Taman Kencana, Sempur, Taman Malabar, Jalan Roda dan Jalan Siliwangi, Kota Paris, serta kawasan lain di pelosok kota bernasib sama, tanpa sentuhan perhatian dan upaya pelestariannya.

Hal yang sama di Kabupaten Bogor, nasib kecagar budayaan dan kepusakaan sebagai aset budaya, nasibnya tak jauh berbeda dengan di Kota Bogor. Maussoleum van Motman, bangunan Cagar Budaya karya Bung Karno di Riung Gunung apakah masih mendapat perhatian Pemkab ?

Begitu pula RS Cisarua, bangunan dan struktur di Ciawi dan kawasan Sadeng, rumah Indis di Ciampea, Ciapus serta Tamansari, dan masih banyak lagi. Karena mencatat semua BCB ditulis dalam renungan menyambut hari jadi ke 540 Bogor yang terbatas. Sebuah harapan besar, semoga Pemkot dan Pemkab tak melupakan sejarah masa lalunya.

“Ka hareup ngala sajeujeuh ka tukang ngala salengkah. Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, hana tunggak hana watang, tan hana tunggak tan hana watang.”

Artinya : Peribahasa tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa belajar pada sejarah masa lalu dalam proses membangun kehidupan di masa kini dan masa depan. Dirgahayu Bogor ke 540.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *