Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SDN Rancabungur 3 Siap Menjadi Sekolah Adiwiyata

2879
×

SDN Rancabungur 3 Siap Menjadi Sekolah Adiwiyata

Sebarkan artikel ini
sdn rancabungur 3.
Tim verifikasi meninjau area sekolah didampingi oleh kepala sekolah. (Foto: Dok. Junaedi-kobrapostonline).

Selain itu, lanjut Dita, siswa bisa belajar mengelola sampah organik dan anorganik, pemanfaatan lingkungan di sekolah, pengelolaan halaman kantor yang bisa dibuat menjadi hutan sekolah dan taman sekolah.

“Dibidang peternakan adanya budidaya ikan lele. Alhamdulilah hari ini kita bisa melihat bersama sama baik dan bagusnya SDN Rancabungur 3 ini menjadi perwakilan di Kecamatan Rancabungur untuk Sekolah Adiwiyata,” terangnya.

Lanjut Dita, dimulai pengelolaan sampah, pemilahan sampah, pemanfaatan pekarangan dan bidang peternakan SDN Rancabungur 3 sudah melakukan yang terbaik.

Di tempat yang sama, Kepala SDN Rancabungur 3, Eti Widiastuti menyebutkan, sebelum dilakukan verifikasi, sekolahnya menyiapkan langkah-langkah diantara perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

sdn rancabungur 3
Tim verifikasi meninjau tempat budidaya ikan lele.
Baca juga: SDN Rancabungur 3 Larang Siswanya Membawa Lato-lato ke Sekolah

Untuk perencanaan ada beberapa unsur diantaranya kebersihan, drainase, konservasi energi, konservasi air dan melestarikan tanaman.

“Kita sudah menanam kangkung yang berada di depan dan area belakang sekolah. Karena area sekolah ini luas, jadi ada beberapa titik yang kita tanami diantaranya menanam singkong, menanam tanaman obat-obatan, hutan hijau, taman sekolah dan tanaman gantung,” ungkapnya.

Eti menuturkan, untuk pengelolaan sampah, sekolah telah menyiapkan tempat sampah yang berbeda yaitu tempat sampah organik, anorganik dan B3. Untuk pemanfaatan sampah organik akan digunakan untuk pupuk kompos.

“Tempat sampah itu tersebar di beberapa titik. Mudah-mudahan dengan adanya Adiwiyata ini bisa menunjukkan perilaku hidup sehat. Dan untuk siswa agar bisa diterapkan di rumah dan di masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Sekolah Penyandang Adiwiyata Mandiri Ambruk, Bima Arya Sentil Disdik

Eti menyebutkan, total keseluruhan siswa sebanyak 420 orang. Dari 420, 80 siswa dijadikan kader Adiwiyata. Kader itu bertugas mengelilingi sekolah untuk mengecek kebersihan dan menyirami tanaman yang ada di area sekolah.

Setelah penilaian, sambungnya, ada beberapa yang belum maksimal, salah satunya dari administrasi. “Jadi masih banyak yang perlu kita perbaiki. Administrasi itu, keterangannya harus benar-benar detail,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *