BOGOR, Kobra Post Online – SDN Ciheuleut 2, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, menggelar workshop sosialisasi pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam pembelajaran digital, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus mendorong para guru agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital di dunia pendidikan. Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni guru yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya serta pengawas sekolah.
Kepala SDN Ciheuleut 2, Nurjanah, menegaskan bahwa penggunaan IFP diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efektif bagi siswa.
“Melalui workshop ini, kami ingin para guru dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses belajar mengajar. IFP ini bukan sekadar alat, tetapi media yang dapat membuat pembelajaran lebih hidup dan mudah dipahami siswa,” ujar Nurjanah kepada Kobra Post Online, Jumat (10/4).

Baca juga: Atasi Kekurangan Guru, Pemkot Bogor Bakal Lakukan Merger 23 SD Jadi 11
Ia menambahkan, transformasi digital di tingkat sekolah dasar saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
“Guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami optimistis kualitas pembelajaran akan semakin meningkat,” tambahnya.
Menurut Nurjanah, workshop ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pihak sekolah untuk melihat sejauh mana pemanfaatan IFP oleh para guru dalam kegiatan belajar sehari-hari.
“Saya berharap IFP yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Dari kegiatan ini, kami juga bisa merumuskan kebijakan ke depan agar penggunaan IFP semakin maksimal,” jelasnya.

Baca juga: Hadirkan Aktor, Sanlat Ala SDN Kampung Sawah
Sementara itu, salah satu peserta workshop, Nurleila Agustin, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman penggunaan teknologi di kelas.
“Selama ini kami sudah mengenal teknologi, tetapi belum maksimal dalam penerapannya. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi lebih percaya diri menggunakan IFP saat mengajar,” ungkapnya.
Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan langsung terkait penggunaan berbagai fitur IFP, mulai dari penyajian materi interaktif, integrasi multimedia, hingga teknik pembelajaran kolaboratif berbasis digital.
Para guru tampak antusias mengikuti kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kompetensi mereka di era digitalisasi pendidikan.
Nurjanah berharap, seluruh guru dapat segera mengimplementasikan penggunaan IFP di kelas sehingga kualitas pembelajaran di SDN Ciheuleut 2 terus meningkat.
“Harapan kami, inovasi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap hasil belajar siswa serta menjadikan sekolah lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,” tutupnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SDN Ciheuleut 2.






