Scroll untuk baca artikel
Ramadan

Sahur Kesiangan? Ini Makanan yang Cocok Dikonsumsi

969
×

Sahur Kesiangan? Ini Makanan yang Cocok Dikonsumsi

Sebarkan artikel ini
sahur
Foto: ilustrasi.

Kobra Post Online – Umat muslim memang tengah menjalan ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Pasalnya, kita harus mengubah jam tidur dan jam makan. Akibatnya, ketika jam tidur berubah maka ada banyak masalah yang ditimbulkan, salah satunya adalah kurang tidur. Akibatnya, ada waktu di mana kita akan kesiangan untuk bangun sahur.

Ahli gizi, Fitri Hudayani, menganjurkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman dengan kepadatan energi yang cukup serta mudah untuk dicerna oleh tubuh, apabila telat bangun tidur untuk makan sahur dan sudah mendekati waktu imsak.

“Kalau kepepet, sudah mau sebentar lagi imsak, biasanya, sih, kalau makan utuh takutnya buru-buru nanti perutnya malah sakit. Coba cari makanan-makanan yang paling mudah untuk dikonsumsi, misalnya bisa sari buah,” kata Fitri yang berpraktik di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: THM Wajib Tutup, Kota Bogor Larang Sahur On The Road Selama Ramadan 2023

Selain sari buah, Fitri juga menyebutkan contoh lain yang bisa dikonsumsi saat mendekati waktu imsak seperti sari kacang hijau, susu, atau makanan cair lainnya. Makanan atau minuman jenis ini bisa dijadikan simpanan atau persediaan untuk dikonsumsi dalam keadaan mendesak seperti terlambat bangun tidur untuk sahur.

“Tetapi tentunya dengan jumlah yang cukup. Jangan terlalu sedikit nanti tenaganya kurang,” ujarnya.

Meski terdapat solusi alternatif untuk menyiasati kondisi mendesak, ia mengingatkan bahwa yang paling penting yaitu harus mengatur pola tidur, sehingga jangan sampai terlalu sering untuk melewatkan waktu sahur.

Baca juga: Zakat Fitrah Sebagai Bentuk Solidaritas Umat Muslim Dalam Membangun Kemanusiaan

Jika telat sahur dan hanya mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, Fitri juga mengingatkan sebaiknya untuk menyesuaikan jenis aktivitas yang tidak banyak mengeluarkan energi. Dengan begitu, diharapkan tidak “balas dendam” saat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

“Kalau balas dendam makanan, ya, takutnya bukan hanya kita tidak bisa mengontrol berapa banyak jumlah makanan yang kita konsumsi tetapi juga cara kita makan. Misalnya kita mengunyah menjadi tidak sempurna, jumlahnya berlebihan,” kata Fitri.

Baca juga: Polres Bogor Larang Sahur On The Road 2023

Jumlah makanan yang tidak terkontrol dan cara makan yang tidak benar bisa membawa dampak negatif terhadap saluran pencernaan. Masalah yang bisa timbul, ia mencontohkan, asam lambung menjadi naik hingga perut kram.

“Kalau itu terjadi nanti malah menjadi masalah kesehatan lain, sehingga kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa yang sempurna di hari esoknya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *