Ia menjelaskan, dalam market day, ada 20 stand penjualan makanan sehat yang dijajakan oleh anak-anak. “Seluruh siswa-siswi yang berjumlah 284 orang atau 10 rombel ikut ambil bagian dalam kegiatan yang sudah di programkan dalam setahun dua kali,” terangnya.

Lanjut Sri Sundari, bahwa pembelajaran diferensiasi ini juga menampilkan pentas seni dan budaya. “Ini untuk mengasah kemampuan anak didik. “Disini kita bisa melihat proses gaya belajar anak-anak. Kita lihat mulai dari genetiknya, cerdas gambar, cerdas musik, cerdas literasi seni budaya. Kita juga tampilkan da’i cilik, dan seni hadroh,” ungkapnya.
“Unjuk kebolehan anak-anak supaya mereka bisa berkembang tidak hanya di bidang akademis juga ahli dibidangnya sesuai bakat dan kemampuannya,” sambungya.

Baca juga: Market Day Ceu Haji SDN Balumbang Jaya 3
Apa itu P5?
Lebih lanjut, Kepsek menjelaskan, P5 merupakan bagian dari struktur Kurikulum Merdeka selain pembelajaran intrakurikuler. “P5 adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar, agar anak memiliki kompetensi global dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dalam implementasi P5, lanjut Sri, setiap satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.












