Ternyata tidak semua batu bisa dilukis. Batu-batu yang menjadi media lukis Tohir harus memenuhi standar untuk mewujudkan karya lukis yang sempurna. Ia memilih untuk mengambil batu di Sungai Ciliwung.
“Ciliwung batunya unik, tapi tidak semua batu bisa dilukis. Tentunya harus dipilih batu-batu yang halus,” ucapnya.
Baca juga : Ridho Rhoma Bebas, Ratusan Napi di Indonesia Dapat Remisi
Tohir memiliki bakat melukis sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD), hingga terjun ke dunia seniman Jalanan yang tergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ).
“Sejak SD saya sudah hobi melukis. Saya masih ingat, ketika kelas 3 SD pertama kali melukis gambar ikan besar. Makanya, mata pelajaran menggambar ketika masih duduk di SD selalu mendapat nilai tertinggi dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya,” tuturnya.
Selepas lulus SD, semangat melukis di atas kertas dan kanvas tak pernah surut. Sebetulnya, ia melakoni melukis di atas batu sekitar satu tahun lalu, karena terinspirasi oleh pelukis batu yang juga berasal dari Bogor yaitu Duki Nurmala.
“Saya terkesan dengan lukisan di atas batu karya Kang Duki,” kata pria yang memiliki nama asli Sukmajaya ini.












