Kasat Reskrim AKP Teguh Kumara menjelaskan, bahwa modus operandi pelaku menganiaya korban dengan cara mengikuti korban sepulang sekolah. Kemudian para pelaku langsung mengejar korban sampai di jalan Raya Pasar Ciampea.
Pelaku AF langsung menyabetkan senjata tajamnya ke bagian leher korban dengan celurit yang sudah dipersiapkan dan dibawa pelaku. Saat itu korban menggunakan sepeda motor setelah pulang sekolah, namun tidak mengetahui bahwa sudah diikuti oleh para pelaku.
“Kejadiannya berawal, para pelaku dan teman-temannya sebanyak 20 orang berasal dari SMK Pandu sedang berkumpul di warung untuk melakukan penyerangan terhadap SMK Pelita yang sebelumnya pernah menyerang siswa SMK Pandu,” jelasnya.
Baca juga: Polisi Gercep, 3 pelaku Pembacokan di Pasar Ciampea Tertangkap
Para pelaku, lanjutnya, menggunakan 7 sepeda motor. Setiap motor yang ditumpangi boncengan 3 orang. Mereka melakukan Sweeping di daerah Ciampea, akan tetapi tidak menemukan siswa dari SMK Pelita.
Sesampainnya di Jalan Raya Pasar Lama Ciampea Desa Cibanteng melihat ada siswa yang berboncengan berdua, di mana siswa itu adalah sang korban berboncengan motor dengan rekannya.

Tersangka AF dengan spontan mengangkat celuritnya dan menyabetkan langsung ke korban mengenai bagian leher korban.
Rekan korban mencoba meminta pertolongan dengan memanggil warga untuk membawa ke Puskesmas terdekat akan tetapi takdir berkata lain korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia di tempat.
“Dari hasil pemeriksaan, motif para pelaku adalah balas dendam terhadap sekolah korban yang diduga pernah melukai pelajar sekolah para pelaku,” ungkap Kasat Reskrim AKP Teguh Kumara.










