Pada saat meminta uang sambungnya, korban selalu tersenyum, tidak seperti biasanya.
“Saya selalu mengingatkan kepada dia bahwa sedang PTS, ngapain keluar. Dia hanya senyum. Sebelumnya saya tanya, kamu kenapa gak mau jemput ibu lagi, ia jawab dengan senyuman. Jadi tidak seperti biasanya, kalau saya atau bapanya ngomong pasti di jawab,” kata Tina sesekali mengusap air matanya.
Orang tua korban berharap, agar dari kejadian itu pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dan sudah mempercayakan kepada aparat kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya.
“Saya dan keluarga sudah memaafkan pelaku tersebut. Tapi saya harap bisa melihat wajah si pelaku,” pungkasnya.
Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Jum’at (8/10/2021). Kedatangannya untuk menemui RA (18), pelaku kasus penyerangan terhadap pelajar RM (18) dengan menggunakan senjata tajam hingga meregang nyawa.
“Peristiwa kemarin itu, yang menimbulkan korban jiwa ini menjadi atensi bersama. Saya tadi mengunjungi rumah duka, berbelasungkawa atas kejadian ini. Dan menyampaikan pesan keluarga yang saya sampaikan kepada Pak Kapolresta agar hukum ditegakkan. Kami percaya Pak Kapolresta dan jajaran akan melakukan proses investigasi, proses hukum yang betul-betul profesional. Sehingga bisa mengungkap persoalan ini seperti apa,” ungkapnya.
Bima mengungkapkan, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga telah mengambil langkah cepat. Dengan memberikan sanksi penghentian sementara aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di dua sekolah yang terlibat.
“Kita tidak ingin ada ekses yang lain dari peristiwa ini. Saya kira harus betul-betul di putus mata rantai ini, tidak ada-ada yang berlanjut dari sini. Kita imbau untuk semua menahan diri. Karena kami akan bertindak tegas kepada siapapun yang menjadi ekses dari peristiwa ini,” jelasnya.












