Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

IDM Kabupaten Bogor Telah Melebihi Target RPJMD 2023

1969
×

IDM Kabupaten Bogor Telah Melebihi Target RPJMD 2023

Sebarkan artikel ini
IDM Kabupaten Bogor Sudah Melebihi Target RPJMD 2023
Bupati Bogor, Ade Yasin.

BOGOR, Kobra Post Online – Nilai Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Bogor telah melebihi target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2023. Saat ini nilai IDM sudah mencapai 0,7681 poin dari target 0,7524 poin. 

“Targetnya sudah tercapai, malah melebihi. Namun, kita akan terus berupaya untuk meningkatkan nilai IDM ke status tertinggi yakni status mandiri,” ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bogor, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Jumat (22/4).

Ade memaparkan, di Kabupaten Bogor terdapat 93 desa mandiri, 229 desa maju, 94 desa berkembang. Dan kini sudah nihil desa tertinggal, dari sebelummua ada 45 desa.

Semua ini, sambungnya, berkat kerja keras pihaknya sehingga dapat menyelesaikan ketertinggalan itu dalam waktu dua tahun. Ia juga berharap, tidak ada desa yang statusnya kembali turun menjadi desa tertinggal.

“Berbagai upaya kita lakukan untuk mendorong desa membangun, sebab sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor adalah perdesaan. Kemajuan pembangunan akan terlihat dari sejauh mana desa-desa mampu berkembang dan maju menjadi desa mandiri,” ucapnya.

Bupati menjelaskan, salah satu upaya meningkatkan nilai IDM yakni program Samisade yang sudah berjalan sejak 2021 dengan anggaran Rp372 miliar untuk 413 desa. Sedangkan di 2022 telah menggelontorkan dana sebesar Rp395 miliar untuk 415 desa.

Baca juga : Bupati Bogor Gelontorkan Dana Hibah Rp18 Miliar Untuk NPCI

Sementara tahun 2023, lanjutnya, direncanakan anggaran sebesar Rp416 miliar untuk 416 desa. Sehingga jika ditotal, anggaran untuk program Samisade selama 3 tahun adalah sebesar Rp1,18 triliun.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 174 orang tenaga pendamping profesional di Kabupaten Bogor. Baik tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, pendamping desa dan lokal desa yang telah turun berkontribusi dalam memberdayakan serta mendorong desa membangun di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *