Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

ICMI Orda Kota Bogor Gelar Seminar Solusi Islam Atasi Pinjol dan Judol

65
×

ICMI Orda Kota Bogor Gelar Seminar Solusi Islam Atasi Pinjol dan Judol

Sebarkan artikel ini
icmi orda kota bogor.
ICMI Orda Kota Bogor gelar seminar di DPRD Kota Bogor. (Foto: Dok. ICMI).

BOGOR, Kobra Post Online – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor menggelar  seminar tentang Solusi Islam Mengatasi Pinjaman Online (Pinjol) dan game terlarang atau judi online (Judol), di Gedung DPRD Kota Bogor, pada Sabtu (29/6).

Dalam seminar ini, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menjadi pembicara utama. Selain itu, ada beberapa pembicara lainnya, di antaranya Dekan FEM IPB University, Irfan Syauqi Beik, Anggota Dewan Imam Nasional Australia, Shafurrokhman Mahfudz, dan Ketua DKM Alumni IPB, Iman Hilman.

Ketua ICMI Orda Kota Bogor, KH. Arief Rachman Badrudin mengatakan bahwa banyaknya Pinjol di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, gaya hidup hedon, di mana masyarakat sering menggunakan pinjol untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup yang lebih tinggi. Seperti membeli gadget, pergi traveling, dan mengikuti konser musik.

“Kedua, perilaku konsumtif, di mana masyarakat Indonesia cenderung memiliki perilaku konsumtif impulsif, menginginkan kepuasan instan, dan tidak mempertimbangkan risiko yang terkait dengan Pinjol,” kata Arief dalam keterangannya kepada Kobra Post Online di Bogor.

Ketiga, kurangnya literasi keuangan, masyarakat kurang memperhatikan besaran utang yang harus dibayar beserta bunganya. Sehingga, masyarakat sering terjebak dalam pinjol ilegal.

“Keempat, situasi yang mendesak, banyak orang berutang karena situasi yang mendesak, dan tidak adanya alternatif lain untuk memperoleh uang dengan cepat. Oleh karena itu, OJK berkomitmen untuk mengoptimalkan kinerja Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PAKI) melalui koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait untuk mencegah, serta menindak Pinjol ilegal,” beber Arief.

icmi orda kota bogor
Ketua ICMI Orda Kota Bogor, KH. Arief Rachman Badrudin (kiri).
Baca juga: Terkait Judi Online, Pimpinan DPRD Kota Bogor Akan Kaji Laporan PPATK

Ketua ICMI Orda Kota Bogor menyarankan beberapa cara mencegah diri dari jeratan Pinjol. Di antaranya membuat perencanaan keuangan yang baik, hindari perilaku konsumtif, cek izin perusahaan, jangan mudah tertarik, jaga data pribadi, hindari window shopping, mengutamakan keuangan syariah, dan mengelola keuangan dengan disiplin.

“Jadi, masyarakat dapat memastikan bahwa penyedia pinjaman online telah terdaftar di OJK. Dan memiliki aplikasi resmi yang tersedia di Play Store dan App Store. Insyaallah dengan mengikuti tips-tips itu, masyarakat dapat menghindari terjerat Pinjol ilegal, dan memastikan keuangan tetap stabil serta seimbang,” jelasnya.

Menurut Arief, solusi Islam untuk mengatasi pinjol yaitu pembiayaan syariah, tidak menggunakan riba, memaafkan orang tidak mampu membayar utang, menggunakan jual beli, menggunakan pinjaman dari sanak saudara, menghindari penagihan agresif, dan menggunakan lembaga keuangan syariah.

“Islam melarang riba, yang berarti penambahan nilai atau bunga melebihi jumlah pinjaman. Allah SWT melarang riba yang disebutkan dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 275. Lalu, masyarakat Islam disarankan meminjam uang pada sanak saudara jika memang membutuhkan. Dalam Islam, tolong-menolong adalah anjuran dalam Islam. Dengan tips itu, masyarakat dapat menghindari jeratan Pinjol ilegal serta memastikan keuangan yang stabil dan seimbang,” terangnya.

Baca juga: ICMI Orda Kota Bogor Dirikan Koperasi Syariah

Selain Pinjol, dalam seminar ini juga membahas terkait game online terlarang atau judi online (Judol). Menurutnya, berdasarkan data terbaru, Judol di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan.

“Ada beberapa data yang relevan. Yakni  Transaksi Judol, pada Triwulan pertama 2024 mencapai Rp 100 triliun, dengan total transaksi tahun 2023 mencapai Rp 327 triliun. Pelaku Judol, pemain game online terlarang berusia di bawah 10 tahun mencapai 80.000 orang pada Juni 2024. Lalu, tiga situs Judol memiliki aset senilai Rp 1,41 triliun, termasuk uang tunai, perhiasan emas, dan alat bukti lainnya,” ujar Arief.

Arief menuturkan, kasus tragedi judi online telah terjadi di Mojokerto, Jawa Timur. Di mana seorang polwan membakar suaminya karena kecanduan judi online.

“Maka, data ini menunjukkan bahwa Judol masih marak di Indonesia dan memiliki dampak negatif yang signifikan pada masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Agen Selebgram Promosi Judi Online di Kota Bogor

Ia menyebutkan bahwa Judol memiliki dampak yang berbahaya bagi masyarakat. Di antaranya bisa menyebabkan kesehatan mental, fisik, dan hubungan pribadi dapat terganggu. Selain itu, tindakan kriminalitas, pelanggaran privasi, serta rusaknya kesehatan mental.

“Untuk mencegah bahaya ini, pemerintah harus memperkuat penegakan hukum terhadap situs judi online. Tingkatkan  pendidikan agama, serta ekonomi untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya Judol,” kata Arief.

Ketua ICMI Orda Kota Bogor mengatakan, ada beberapa cara mengatasi judi online yang dianjurkan oleh Islam. Pertama pemberian edukasi, kedua menghindari situasi berisiko tinggi, ketiga jauhi kasiona dan situs Judol, keempat mengalihkan perhatian, kelima menggunakan pinjaman syariah, serta gunakan lembaga keuangan syariah.

“Sebetulnya, pemberian edukasi salah satu cara yang paling efektif untuk memerangi game online terlarang ini,” kata Arief.

Baca juga: Desa Rancabungur Dapat Penyuluhan Hukum Terpadu 2024

Seminar ini, diakhiri pernyataan bersama Pengurus ICMI Orda Kota Bogor yang dibacakan langsung oleh KH. Arief Rachman Badrudin, yang berbunyi sebagai berikut:

Dengan ini kami pengurus ICMI Orda Kota Bogor menyatakan bahwa:

1. Pinjol dan Judol adalah permasalahan bersama yang mengancam keamanan dan ketahanan NKRI.

2. ICMI Orda Kota Bogor bertekad untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan Pinjol dan Judol.

3. ICMI Orda Kota Bogor siap bersinergi dengan semua pihak dalam menegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *