Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Warga Kampung Harkat Cimahpar Sulap Lahan Kosong Jadi Wisata Edukasi

1838
×

Warga Kampung Harkat Cimahpar Sulap Lahan Kosong Jadi Wisata Edukasi

Sebarkan artikel ini
cimahpar
Lahan kosong yang dijadikan lahan pertanian oleh warga Kampung Harkat Jalan Untung Partowijoyo RT 05 RW 03, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. (Foto: Dok. Boy-kobrapostonline.com).

BOGOR, Kobra Post Online – Warga Kampung Harkat Jalan Untung Partowijoyo RT 05 RW 03, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menyulap lahan kosong menjadi lokasi wisata edukasi dan pertanian.

Lahan seluas 3000 meter persegi milik warga setempat kini menjadi lahan pertanian. Warga Kampung Harkat menggandeng Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Kota Bogor.

Ketua RT 05 RT 03 Kampung Harkat, Lala Supala menjelaskan, Harkat itu sendiri singkatan dari Harapan Kita Terwujud. Maksudnya harapan warga RT 05 untuk memiliki tempat yang bisa dijadikan sebagai edu wisata agro.

Pemikiran ini, kata Lala, berawal dari melihat ada lahan yang kosong, sehingga pihaknya berinisiatif untuk memanfaatkan lahan kosong yaitu milik R Heri Suryadarma warga disini yang luasnya 3000 meter persegi agar lebih produktif. 

“Maka, dibuatlah sebidang pertanian sayuran dan hasil dari pertanian itu ada yang dibagikan kepada warga yang mau. Serta sebagian hasil pertanian itu dijual untuk mengisi kas Harkat,” tutur Lala Supala kepada Kobra Post Online dalam acara sosialisasi Sadar Wisata di Kampung Harkat, Jumat (23/6) lalu.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat KLA Cimahpar

Lanjut Lala, seiring waktu berjalan, maka Harkat kini menuju edu wisata melalui sosialisasi kepada warga yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2023.

Menurutnya, di lahan seluas 3000 meter persegi ini ditanami sayuran seperti kangkung, terong tunggu, cabe, jagung, bayam dan sekarang ada bunga matahari. Disamping itu, ada juga ternak ayam dan budidaya ikan lele.

Cara pengelolaannya, sambung Lala, untuk pertanian oleh warga yang bagian bertanam, yang sebelumnya mendapat informasi dari Dinas Pertanian yaitu menggunakan pupuk organik yang diolah sendiri dari sampah rumah tangga.

“Setiap panen diinformasikan ke warga, siapa yang berminat bisa datang ke harkat untuk membeli. Adapun lahan sepetak khusus hasilnya dibagikan untuk warga,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *