Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Sukseskan Bogor Bebas Sampah Plastik, BSU Kenanga Babakan Edukasi para Pelajar

1119
×

Sukseskan Bogor Bebas Sampah Plastik, BSU Kenanga Babakan Edukasi para Pelajar

Sebarkan artikel ini
Edukasi pengelasan sampah di SDN Papandayan Bogor Tengah.

BOGOR, Kobra Post Online– Sampah plastik menjadi isu penting akhir-akhir ini didalam pengelolaan sampah. Plastik gampang ditemukan, dan mudah digunakan. Plastik telah menjadi bagian dari hidup manusia.

Fenomena booming sampah plastik telah menjadi momok yang menakutkan disetiap belahan bumi.

Berdasarkan data statistik persampahan domestik Indonesia menyebutkan, bahwa jenis sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua sebesar 5.4 juta ton per tahun atau 14 persen dari total produksi sampah.

Sedangkan berdasarkan dari  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, produksi sampah di Kota Bogor setiap harinya mencapai 600 ton, dari jumlah itu 30 persennya yaitu sampah plastik.

Pemerintah Kota Bogor sendiri telah mencanangkan Bogor menuju Kota bebas sampah plastik. Kebijakan Pemerintah Kota Bogor ini, ditindaklanjuti oleh Bank Sampah Unit (BSU) Kenanga RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah.

Dengan menggandeng WWF (World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia BSU Kenanga gencar mensosialisasikan pengelolaan sampah. Terutama sampah plastik ke masyarakat dan institusi pendidikan di Kota Bogor.

“Sudah lima sekolah yang kita datangi dalam upaya memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah, terutama sampah plastik,” kata Direktur Bank Bank Sampah Unit (BSU) Kenanga, Abubakar kepada Kobra Post Online, Senin (31/7).

Kantong pilah sampah untuk sekolah.
Baca juga: WWF Hibahkan Mobil Operasional Untuk BSU Kenanga Babakan

Abubakar menyebutkan, tahun ini pihaknya mentargetkan 25 sekolah menjadi sasaran sosialisasi. “Hingga 31 Juli 2023, sudah lima sekolah yang kita datangi yaitu SMPN 20, SDN Malabar, SDN Babakan, SMKN 3 dan SDN Papandayan,” terangnya.

Menurut Abubakar, materi yang diberikan kepada para siswa -siswi dan guru disekolah yang didatangi, yaitu pentingnya membatasi penggunaan alat-alat berbahan plastik sebagai upaya agar tidak banyak sampah plastik yang terbuang ke alam. Yang akan berdampak buruk bagi lingkungan dan mahluk hidup. “Respon sekolah sangat positif dan sekolah yang didatangi siap menjadi nasabah BSU Kenanga,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *