Scroll untuk baca artikel
Ruang Cinta Pusaka

Mimpi Bodydharma Bangun Rumah Sketsa Indonesia di Kota Bogor 

4033
×

Mimpi Bodydharma Bangun Rumah Sketsa Indonesia di Kota Bogor 

Sebarkan artikel ini
Mimpi Bodydharma Bangun Rumah Sketsa Indonesia di Kota Bogor
Sketsa pasar-pasar di Kota Bogor karya Bodydharma. (Foto: Dok. Yaso).

Bodydharma balik bertanya kepada Hamid,  dari mana biaya untuk membuat Sketsa Indonesia. Hamid pun memotivasi Bodydharma, “Kau tau gak bahwa Indonesia ini merdeka dengan bambu runcing. Gak ada itu menggunakan senjata, apalagi punya pabrik senjata. Tapi itu semangatnya luar biasa, Indonesia lepas dari penjajahan dengan bermodalkan bambu runting,” ungkap Hamid yang ditirukan Bodydharma.

Bodydharma mengaku bahwa dirinya termotivasi membuat Sketsa Indonesia dari seorang penyair terkenal Hamid Jafar. Motivasi Hamid luar biasa, kini dia sudah meninggal dunia. 

“Di era Presiden Megawati saya pernah diperkenalkan dengan seorang menteri, ide ini saya lontarkan kepada beliau, dan dia senang sekali sampai akhirnya saya menulis surat meminta bantuan untuk kegiatan pemeran. Waktu itu saya dibantu uang sebesar Rp8,5 juta,” paparnya. 

Buku Sketsa yang menggambarkan Sumatra Barat
Buku Sketsa yang menggambarkan Sumatera Barat.

Setelah Hamid meninggal, lanjut Bodydharma, dirinya kehilangan jejak untuk meneruskan ide yang disarankan almarhum. Akhirnya ia memutuskan pulang dari Jakarta ke Padang Sumatera Barat. Tapi keinginan kuat membuat Sketsa Indonesia tak pernah pudar, hingga terbitlah beberapa buku seperti sketsa yang menggambarkan objek Kota Sawahlunto sebagai kota budaya dengan berbagai aktivitasnya.

Baca juga: Bogor Tak Hanya Dibesarkan Sri Baduga Maharaja, Juga Peran Arsitek Karsten

Buku sketsa lainnya yang menggambarkan Sumatera Barat, antara lain berjudul Perahu Nelayan di Tiku Pariaman, Aktivitas Nelayan di Pantai Air Bangis Pariaman, Sungai Muara Sasak di Simpang Ampek Pasaman. Masyarakat tinggal di Kajai Pasaman dan Rumah-rumah masyarakat di Aua Kuniang, Pasaman Barat serta Perahu Nelayan di Batang Arau Padang.

Ngobrol santai bersama Sketser Indonesia Bodydharma

Sudah ribuan sketsa hitam putih karya sketsais berhasil digoreskan Bodydharma sejak tahun 2017 hingga kini. Sketsa-sketsa ini bukan hanya bernilai estetis tinggi, tetapi juga seperti sebuah catatan dalam goresan tentang masa lalu, peninggalan sejarah, budaya, problematika masyarakat, terutama peristiwa, budaya adat istiadat, cara hidup, dan kesenian di tengah-tengah masyarakat, bangunan-bangunan tua heritage dan objek menarik lainnya untuk direpresentasikan dalam sketsa dengan mensugesti bentuk-bentuk obyek mengandalkan kualitas garis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *