Lalu mengapa Bogor yang dipilih? Bodydharma mengungkapkan, karena Bogor sangat menyenangkan. Kemudian ketika ia tawarkan kepada Wakil Wali Kota Bogor sangat senang dengan Sketsa.
“InsyaAllah nanti ke depannya kalau ada tempat di Bogor kita akan bangun rumah Sketsa Indonesia di Kota Bogor. Nanti orang-orang yang berkunjung ke rumah Sketsa Indonesia akan melihat Indonesia melalui goresan sketsa,” ungkapnya.
Baca juga: Antara Sawahlunto dan Kota Bogor

Menurut Bodydharma, dirinya membuat sketsa Indonesia sudah berjalan 8 tahun dan hampir seluruh wilayah Indonesia telah disinggahinya. Bahkan, ratusan sketsa di tanah air sudah dibuatnya, terutama di wilayah Sumatera dan Jawa.
“Saya membuat sketsa karena hobi. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar sering membuat gambar. Bahkan, teman-teman sebaya saya dulu sering dibuatkan gambar ketika ada tugas menggambar oleh gurunya,” tuturnya.
Keinginan membuat sketsa Indonesia, berawal ketika ia bertemu dengan Hamid Jafar seorang penyair terkenal, seangkatan dengan Taufik Ismail.
“Waktu itu saya menyampaikan akan mengadakan pameran di Kemang Jakarta. Namun Hamid Jafar kurang setuju dengan pameran. Malah, dia melontarkan ide dan gagasan untuk membuat Sketsa Indonesia,” paparnya.
Menurut Hamid, sambungnya, kalau membuat Sketsa Indonesia adalah momen yang besar, sebab belum ada orang di Indonesia yang membuatnya.






