Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Ketika Pengamen Jalanan Upacara HUT RI, Badut pun Hormat Bendera

553
×

Ketika Pengamen Jalanan Upacara HUT RI, Badut pun Hormat Bendera

Sebarkan artikel ini
Para seniman jalanan menggelar upacara bendera sebagai wujud syukur atas Kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia 78 tahun.

BOGOR, Kobra Post Online – Seluruh rakyat Indonesia pada hari Kamis (17/8) kemarin merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT) RI ke 78. Upacara bendera digelar tidak hanya oleh pemerintah juga oleh para seniman jalanan sebagai wujud syukur atas Kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia 78 tahun.

Upacara bendera dilaksanakan di Markas RKPK (Rumah Kreatif Penghuni Kolong), samping lampu merah Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor.Meski sederhana, namun tak mengurangi antusiasme para seniman jalanan yang biasa mengais rizki di lampu-lampu merah di Kota Bogor.

Dengan mengenakan pakaian seadanya yang biasa digunakan saat mereka mengamen, para seniman jalanan yang tergabung dalam Folusi Senja (Forum Aliansi Seniman jalanan) Kota Bogor dengan penuh khusu mengikuti upacara yang digelar dipinggir jalan.

Sebut saja Minah, ia mengikuti upacara bendera dengan baju kebesarannya yaitu baju badut. Minah ikut upacara bersama sesama rekan badut lainnya.  Begitu bendera dikibarkan pengamen badut inipun ikut menghormat bendera merah putih dengan sikap sempurna.

Upacara menaikkan bendera sangsaka merah putih diikuti sekitar 80 seniman jalanan Kota Bogor. Di hari yang sama juga diadakan berbagai lomba hiburan seperti adu cepat makan kerupuk.

Lomba adu cepat makan kerupuk.
Baca juga: Peserta Kaget, Pocong Ikut Upacara HUT RI ke-78 di Cigudeg

Ketua Folusi Senja, Mohamad Haerikal mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh para seniman jalanan ini sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah berusia 78 tahun. Juga apresiasi kepada para seniman jalanan.

“Jadi sambil bersilaturahim mempererat kekompakan supaya membangun seni dan kebudayaan. Supaya tidak dipandang sebelah mata,” ungkap Haerekal kepada Kobra Post Online, Jumat (18/8) kemarin.

Selain upacara dan lomba, sambung Haerikal, ada aksi sosial yaitu Jumat berkah dengan membagi bagikan kotak berisi nasi dan lauk pauk sebanyak 100 kotak untuk para anak-anak jalanan dan yang lainnya.

Keling salah satu seniman jalanan merasa terharu bisa mengikuti upacara bendera. “Setelah mengikuti upacara sayapun ikut lomba adu cepat makan kerupuk. Lomba makan kerupuk harus selalu ada setiap tahun. Maknanya semangat perjuangan dan rasa percaya diri yang tinggi, karena setiap peserta diharapkan dapat memupuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan yang maha esa,” tuturnya.

Baca juga: Seniman Jalanan Memaknai Kemerdekaan masih Banyak Masyarakat yang Sengsara

Lanjut Keling, lomba Agustusan juga merupakan momen untuk berkumpul dan berinteraksi. Sebab, pertemuan antar sesama penyanyi jalanan hanya bisa dilakukan pada hari tertentu saja, seperti perayaan hari kemerdekaan.

”Kami jarang kumpul satu sama lainnya karena masing-masing memiliki kesibukan sendiri. Jadi, lomba Agustusan sangat bermakna. Kami berkumpul menjadi satu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *