Tyas mengatakan, angka 5 disebut primbon Jawa sebagai lambang dinamika dan perubahan. Angka ini juga melambangkan lima unsur manusia yaitu raga (tubuh), nafsu (jiwa), akal (pikiran), atma (roh), dan budi (hati).
Kemudian, angka 5 juga ditemukan pada nasihat Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa:
1. Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
2. Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
3. Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu.
4. Pergunakan waktu kayamu sebelum datang masa miskinmu.
5. Pergunakan masa hidupmu sebelum datang matimu.
Lalu, dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa masyarakat Jawa percaya angka 5 dapat memberikan makna khusus pada kehidupan seseorang.
Baca juga: Jelang Ramadan Teti Lestari Bacaleg PKS Bekasi Kumpulkan Relawannya
Seperti ajaran “emoh limo” yang melarang seseorang untuk menjauhi 5 perbuatan maksiat.
Ajaran tersebut meliputi emoh main (tidak berjudi), emoh maling (tidak mencuri), emoh madon (tidak main perempuan), emoh madat (tidak memakai obat terlarang), dan emoh mabuk (tidak mabuk).
“Terlepas benar tidaknya angka 5 sebagai angka keramat, kita menargetkan Teti Lestari mendapat dukungan suara sebanyak 25 ribu di daerah pemilihan Kecamatan Cibitung dan Kecamatan Cikarang Barat, Bismillahi Allahu Akbar,” pungkasnya.












