Syarat-syarat menjadi Pramuka Siaga Garuda,sambungnya, yakni harus mencapai Siaga Tata, telah menyelesaikan SKU, mengerti tentang Dwi Satya, memahami sumpah atau janjinya Pramuka Siaga dan dievaluasi oleh sekolah bahwa peserta berperilaku baik.
“Adapun untuk Pramuka Penggalang memiliki tiga jenis yaitu Penggalang Ramu, Rakit dan Terap. Di tingkat Terap ini baru diperbolehkan mengajukan diri sebagai calon Pramuka Penggalang Garuda. Untuk Penggalang Garuda ini biasanya di tingkat SMP dan Pramuka Penegak Garuda di tingkat SMA,” terang Eddy.
Baca juga: Pramuka Kwarran Rancabungur Gelar Jambore Ranting
Ia juga menjelaskan, di Kecamatan Rancabungur untuk peserta Pramuka Siaga mencapai 3 ribu lebih. Tetapi, yang mendapatkan Pramuka Garuda baru delapan orang, yaitu siswa dari SDN Rancabungur 3. Karena, Pramuka di Rancabungur baru tiga tahun belakangan ini bergerak kembali.
“Karena dua tahun kemarin adanya pandemi sehingga kegiatan Pramuka menjadi terhambat. Maka di tahun sekarang baru bisa mencetak Pramuka Garuda. Rancabungur juga selain mencetak Pramuka Siaga Garuda, sudah mencetak Penggalang Garuda dan Penegak Garuda,” jelasnya.
Diera kepemimpinan Eddy sebagai Ketua Kwarran, Penegak Garuda yang semula berjumlah tiga orang, kini bertambah menjadi 25 sampai 30 orang. Selain itu, Penggalang Garuda yang berbasis di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Rancabungur juga mengalami peningkatan.












