Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

2 Orang Saksi Penggugat RS Annisa Beberkan Kronologi Kejadian

4103
×

2 Orang Saksi Penggugat RS Annisa Beberkan Kronologi Kejadian

Sebarkan artikel ini
Saksi penggugat
Sidang gugatan keluarga pasien terhadap RS Annisa Citeureup di Pengadilan Negeri Cibinong. (Foto : Dok. Jun)

BOGOR, Kobra Post Online – Dua orang saksi penggugat beberkan kronologi kejadian dalam sidang gugatan melawan hukum terhadap RS Annisa, Citeureup, Kabupaten Bogor. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Cibinong itu telah memasuki tahap menghadirkan saksi-saksi.

Kuasa hukum keluarga pasien (penggugat), Zulfian S Rehalat, SH. mewakili Irfan Nasution dan Partners (INP) mengatakan pihaknya telah menghadirkan 2 orang saksi penggugat.

“Kita hadirkan dua orang saksi yang menyampaikan kronologis perkara gugatan a quo. Pada sidang sebelumnya, Senin (15/11/2021), soal surat rujukan yang menyatakan sudah BAB, saksi pertama Mira Ervina mengatakan bahwa setelah 2-3 hari bayi pulang ke rumah tidak kunjung BAB. Sehingga menyebabkan anak itu muntah,” katanya kepada Kobra Post Online usai persidangan, Senin (22/11/2021).

Sedangkan untuk persidangan tadi, lanjut Zulfian, merupakan kesempatan terakhir untuk menghadirkan saksi penggugat.

“Kami tadi sudah ajukan saksi penggugat kedua, yaitu saudara Ridwan yang menerangkan fakta tentang permasalahan yang menjadi perkara tersebut,” ucapnya.

Kuasa hukum penggugat juga menuturkan, bahwa Kuasa Hukum telah mengajukan permohonan secara lisan kepada Majelis Hakim untuk menghadirkan saksi dari RSCM dan RS Bina Husada Cibinong.

“Namun Majelis Hakim menyampaikan bahwa pihaknya akan musyawarah dan memberikan pertimbangan. Apakah perlu menghadirkan saksi-saksi tersebut atau tidak ? Jika saksi-saksi itu dibutuhkan untuk menggali fakta persidangan dalam perkara a Quo, maka Majelis Hakim akan pertimbangkan untuk memanggil dan memeriksa saksi dari pihak RS Bina Husada dan RS Cipto Mangunkusumo. Itu menjadi kebijakan Majelis Hakim untuk memanggil mereka secara resmi melalui pengadilan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *