Nani Kamarwan Pejuang Kemerdekaan yang Terlupakan

oleh -1.766 views
Nani Kamarwan
Nani Kamarwan (kanan) saat masih muda.

Kobrapostonline.com – Nani Kamarwan Pejuang Kemerdekaan yang Terlupakan. Sejauh ini catatan sejarah tentang tokoh perempuan yang terjun langsung dalam perjuangan merebut kemerdekaan sangat jarang terpublikasikan.

Selain jumlahnya sangat sedikit, kiprah mereka seolah-olah tenggelam oleh pejuang laki-laki. Begitu pula di dalam pengabadian para pejuang, perintis kemerdekaan atau ketokohan lain kaum perempuan dalam nama sebuah Gedung atau Jalan sangat sedikit.

Di Kota Bogor setidaknya ada tiga nama jalan yang mewakili kiprah perempuan sebagai sebuah bentuk penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor. Meskipun nama-nama tersebut sesungguhnya telah dikenal secara nasional. Ketiga tokoh yang diabadikan sebagai nama jalan tersebut adalah Jalan Rd. Dewi Sartika,  Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan RA Kartini.

Sebenarnya di Kota Bogor ada sosok seorang perempuan yang patut diangkat sebagai bagian dari sejarah perjuangan. Seorang perintis kemerdekaan yang telah wafat tujuh tahun yang lalu, tepatnya pada 9 September 2012. Saat masih menjabat Pengawas di Museum Perjuangan Bogor, anggota Wirawati Catur Panca, dan tercatat anggota Veteran Bogor. Dia adalah Nani Rochbani Soejanto Kamarwan, isteri perintis berdirinya Museum Perjuangan Bogor dan Dinas Pariwisata Daerah.

Sayang sekali ketika tulisan ini  disusun tidak  banyak data-data tertulis yang lengkap. Namun dari puteri sulung, Nanette Herawati didapatkan, foto-foto lama dan sedikit tulisan di majalah Gentra Madani yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Bogor, dapat disusun sebuah perjalanan seorang Perintis Kemerdekaan Bogor.

Kisah tentang keberanian dan kiprah Nani Kamarwan dalam kancah perjuangan masa revolusi tentu terkait dengan kondisi Bogor di masa awal perang merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Berita tentang Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 jam sepuluh pagi di Jakarta telah sampai ke Bogor hari itu juga. Hal ini bisa terjadi mengingat jarak Jakarta-Bogor tidak terlalu jauh.

Baca juga : Leuweung Samidha Cikal Bakal Kebun Raya Bogor

Menurut Nani, seperti dikutif Majalah Gentra Madani, pekik merdeka di Kota Bogor untuk pertama kali dikumandangkan di Jalan Cikeumeuh sekitar Museum Perjuangan sekarang. Maka itulah sebabnya mengapa jalan tersebut kemudian diberi nama Jalan Merdeka.

Kisah lain menurut penuturan puteri sulungnya terkait dengan kegiatan perjuangan masa revolusi.  Konon di usia sekitar 13-15 tahun setingkatan anak SMP, ia sering diberi tugas setiap hari mengantar ransum atau makanan ke Istana Bogor untuk prajurit dan pejuang yang ditahan di Istana.

Suatu saat  Nani pernah ditahan di Istana karena berdasarkan laporan intel Belanda, ada info bahwa ransum yang biasa dikirim ternyata di dalamnya terdapat kode rahasia yang intinya menceriterakan kondisi dan situasi di luar Istana. Mungkin karena masih bocah, anak perempuan pemberani dan sonagar itu tidak dimasukan ke dalam sel. Hukumannya hanya “distraap” depan pintu masuk. Setiap orang Belanda lewat, mereka menarik-narik salah satu kuping si bocah perempuan pemberani itu.

Periode tahun enam puluh sampai delapan puluhan masa berkarier suami Nani yaitu Soeyanto Kamarwan dikenal sebagai sosok yang tegas dan serius. Nani dan Soeyanto dipertemukan di Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat. Saat itu Soeyanto bekerja di Kantor USIS, lembaga penerangan atau informasi resmi, milik Amerika Serikat. Tak lama kemudian mereka menikah di Bogor.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *