Scroll untuk baca artikel
Ruang Cinta Pusaka

Mengenal Lebih Dekat Sastrawan dan Penerjemah Ali Audah

3191
×

Mengenal Lebih Dekat Sastrawan dan Penerjemah Ali Audah

Sebarkan artikel ini
Sastrawan dan penerjemah, Ali Audah.

Ali Audah tak hanya menerjemahkan buku-buku satra, namun yang paling menonjol adalah menerjemahkan buku buku Islam. Buku agama yang pertama pertama terbit adalah Sejarah Hidup Muhammad, terjemahan dari The Life of Muhammad karya Husain Haikal, sastrawan Mesir. Buku yang

lainnya adalah lbn Khaldun: Sebuah Pengantar, Biografi Abu Bakar Shiddik, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan, karya Thaha Husain. Dan puluhan judul buku-buku keagamaan yang  lain.

Diusia senja, sehari-hari ia berkantor di rumahnya yang asri di Perumahan Bogor Baru, Blok C-lll-5, setelah kepindahannya dari Jalan Lolongok di Kawasan Empang. Ali pemikir, penulis dan penerjemah yang keras dan disiplin waktu, yang menulis dan membaca dari pukul 09 pagi hingga pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Makam Belanda di Kebun Raya Bogor

Dikarunia usia panjang, ketika usianya  tepat 90 tahun, Ali dijuluki oleh penulis Gerson Poyk sebagai Sastrawan Kesayangan Tuhan Gerson mengucapkan itu pada perayaan dan sekaligus peluncuran buku 90 Tahun Ali Audah: Yang Berjalan Merayakan Cahaya Legenda Zaman Kita di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, pada 14 Agustus 2014.

Berkat jasa-jasanya menulis dan menerjemahkan buku-buku berat dan bermutu, Ali Audah dinugerahi tanda jasa kehormatan oleh Pemerintah Republik Indonesia: Satya Lencana Wirya Karya  ditanda tangani Presiden Republik Indonesia pada 20 Juni 2008. Sebuah tanda jasa kehormatan lain dianugerahkan kepada Ali Audah berupa piagam  Rumah Puisi dari Sumatera Barat pada 3 Desember 2011.

Akhirnya, Ali Audah, sang  Sastrawan Kesayangan Tuhan, menghembuskan nafas terakhir pada 20 Juni 2017, di Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *