Untuk menangani penyebaran covid-19, Kota Bogor membentuk Detektif Covid, bekerjasama dengan 1.167 orang. Tim Lacak untuk melacak kontak erat pasien positif dan 797 orang Tim Pantau untuk memantau kondisi kesehatan pasien positif dan kontak erat yang isolasi mandiri. Berikutnya Tim Merpati, bekerjasama dengan 219 tokoh agama, dokter dan relawan untuk mengedukasi warga serta publikasi protokol kesehatan. Lalu Tim Elang bekerjasama dengan 120 orang dari KNPI, HIPMI dan Karang Taruna untuk mengawasi kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan.
Untuk memulihkan perekonomian daerah, Pemerintah Kota Bogor mengembangkan program yang memanfaatkan budaya lokal. Antaranya Visit Mulyaharja yang merupakan agro edu wisata organik di Mulyaharja, promosi Wisata Alam yang memanfaatkan alam terbuka untuk wisata aman seperti Kebun Raya Bogor. Dan membangun wisata alam baru dengan konsep kampung tematik di Sukaresmi juga Babakan Pasar. Begitupun dengan Bogor Berkebun yang tak lain adalah program urban farming untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari dan membantu masyarakat meningkatkan pendapatannya secara mandiri.
Jadi berpijak pada budaya lokal, Kota Bogor menghadapi pandemi covid-19 dengan semangat saling menjaga, memelihara, menyayangi dan melindungi sesama warga. (Adv)












