BOGOR, Kobra Post Online – Pemerintah Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas bantuan keuangan Rp 1,5 miliar dari Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan desa pada tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cikarawang, Kamis (11/6/2026), dibuka langsung oleh Kepala Desa Cikarawang, Sapturi Wijaya. Musdesus tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Dramaga Hj. Ine Handayani, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Yudi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Rd. Milka, Ketua BPD, Babinsa, para Ketua RT dan RW, kepala dusun, kader desa, serta perwakilan masyarakat.
Bahas Bantuan Keuangan Rp 1,5 Miliar dari Pemkab Bogor
Kepala Desa Cikarawang, Sapturi Wijaya, mengatakan Musdesus digelar untuk menyampaikan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan bantuan keuangan khusus akselerasi pembangunan perdesaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, bantuan keuangan Rp 1,5 miliar dari Pemkab Bogor tersebut akan difokuskan pada sejumlah program prioritas, di antaranya Program Dayeuh Pajajaran, digitalisasi desa, pembangunan infrastruktur, dan program Satu Desa Satu Sarjana.
“Musdesus ini penting agar seluruh unsur masyarakat mengetahui arah penggunaan bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sehingga pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Sapturi.
Program Dayeuh Pajajaran Dapat Alokasi Rp 300 Juta
Dalam Musdesus tersebut, salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Dayeuh Pajajaran yang merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Sapturi menjelaskan hingga saat ini Pemerintah Desa Cikarawang masih melakukan konsolidasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menentukan lokasi yang akan dijadikan kawasan Dayeuh Pajajaran.
“Lokasinya belum ditetapkan karena harus benar-benar sesuai petunjuk teknis dari pemerintah daerah. Wilayah yang dipilih harus memiliki nuansa perkampungan yang masih kuat,” katanya.
Ia menjelaskan kawasan Dayeuh Pajajaran nantinya harus memiliki berbagai unsur pendukung seperti gapura kampung, jalan lingkungan yang baik, drainase memadai, marka jalan, ornamen bambu, pos kamling dengan kohkol, serta pagar bambu pada rumah warga.
Selain itu, kawasan tersebut wajib memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu yang mampu memisahkan sampah organik dan nonorganik untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
“Untuk Program Dayeuh Pajajaran, Desa Cikarawang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp300 juta dari bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2026,” jelasnya.
Infrastruktur Desa Jadi Prioritas Pembangunan

Selain Dayeuh Pajajaran, bantuan keuangan Rp 1,5 miliar dari Pemkab Bogor juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa.
Pemerintah Desa Cikarawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah RW 06 dan RW 07 yang dinilai rawan longsor saat musim hujan.
“Kami memprioritaskan pembangunan TPT karena terdapat area tebing yang berpotensi longsor. Infrastruktur ini sangat penting untuk melindungi pemukiman warga,” ujar Sapturi.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan kawasan Dayeuh Pajajaran.
Digitalisasi Desa Perkuat Pelayanan Publik
Program lain yang akan dibiayai melalui bantuan keuangan dari Pemkab Bogor adalah digitalisasi desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp60 juta.
Menurut Sapturi, digitalisasi desa bertujuan mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, meningkatkan transparansi pemerintahan desa, serta mendukung pengembangan ekonomi digital masyarakat.
“Melalui digitalisasi desa, pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Program Satu Desa Satu Sarjana Tingkatkan SDM
Pemerintah Desa Cikarawang juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,5 juta untuk program Satu Desa Satu Sarjana.
Program tersebut akan diberikan kepada dua orang warga dan dua orang perangkat desa sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
“Melalui program ini kami berharap lahir generasi muda yang memiliki pendidikan tinggi dan mampu berkontribusi dalam pembangunan Desa Cikarawang ke depan,” tegas Sapturi.
Ia berharap bantuan keuangan Rp 1,5 miliar dari Pemerintah Kabupaten Bogor dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, serta menciptakan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.











