Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Ketua Komisi IV DPRD Sindir Wali Kota Bogor Soal Pendidikan Jadi Komoditas Konten

1983
×

Ketua Komisi IV DPRD Sindir Wali Kota Bogor Soal Pendidikan Jadi Komoditas Konten

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Sindir Wali Kota Bogor Soal Pendidikan Jadi Komoditas Konten
Komisi IV DPRD Kota Bogor kunjungi SDN 1 Cibeurem.

Gus M menegaskan, kurikulum merdeka belajar yang saat ini dijalankan seharusnya bisa menjadi wadah bagi para siswa dan guru dalam mengembangkan diri dan memberikan kebebasan dalam belajar. Namun, pada kenyataannya Pemerintah Kota Bogor dan Wali Kota Bogor malah membelengu kebebasan di dunia pendidikan dengan memberikan rasa takut kepada guru dan siswa dalam mengembangkan karir.

“Sekolah tidak boleh takut. Siswa harus merdeka belajar. Guru harus dimuliakan. Ini semua akan kami benahi dan kami serius untuk bisa memperbaiki kondisi pendidikan yang ada saat ini. Semua harus merdeka belajar,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani menilai pemerintah Kota Bogor telah abai dalam memastikan pendidikan berbasis kurikulum merdeka belajar.

Ketua Komisi IV DPRD Sindir Wali Kota Bogor Soal Pendidikan Jadi Komoditas Konten
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani.

Karena, sambungnya, saat ini siswa-siswi dan guru di Kota Bogor tengah terkungkung oleh stigma buruk bahwa sekolah adalah sumber pungli dan korupsi. Sedangkan Pemerintah Kota Bogor tidak menyediakan anggaran yang cukup dalam menopang kegiatan merdeka belajar.

“Lagi-lagi Pemkot Bogor menunjukkan ketidak berpihakan mereka kepada sektor pendidikan. Mereka hanya menunjuk sekolah sebagai sumber dari segala persoalan, sedangkan tidak menyiapkan solusi agar siswa dan guru masih bisa merdeka belajar,” tegas Devie.

Baca juga: Proses PPDB Curang, Komisi IV DPRD Kota Bogor Lakukan Investigasi

Devie membeberkan, jika berkaca pada APBD Kota Bogor, dari 20 persen porsi anggaran yang diajukan oleh Pemerintah Kota Bogor, di mana setengahnya sudah habis untuk pembiayaan gaji dan tunjangan. Sedangkan, program yang berkenaan dengan dunia pendidikan, sangat minim anggarannya.

“Jadi kami akan meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk segera memperbaiki kondisi saat ini. Kalau memang peduli, tunjukkan dari pengalokasian anggaran,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *