Ini Patroli Ala Muspika Bogor Tengah

oleh -1.161 views
Patroli Ala Muspika Bogor Tengah
Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid saat menyuruh pulang masrung.

BOGOR, Kobrapostonline.com – Menjelang buka puasa jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika)  Bogor Tengah turun ke jalan untuk melakukan patroli di wilayah setempat.

Patroli yang dipimpin Camat Abdul Wahid bersama Kapolsek dan Danramil Bogor Tengah diikuti para Lurah se-Bogor Tengah, Trantib Kecamatan dan para Kasi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan.

Dalam patrol, Muspika dan Lurah se-Bogor Tengah menegur setiap warga yang tidak mengenakan masker.

Lurah Panaragan Manan Tampubolon mendapati beberapa orang yang sedang berbelanja makanan untuk berbuka puasa tidak menggunakan masker di kawasan Devris, Panaragan.

Bersama Camat Abdul Wahid, Lurah Manan pun menghukum dengan cara meminta mereka yang mengabaikan protokol kesehatan dengan membaca teks Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah mendapatkan hukuman atau sanksi sosial, akhirnya mereka yang terkena hukuman diberi masker oleh camat.

Ketika petugas dari Muspika mendatangi kawasan Jalan Otista tepatnya di Plaza Bogor seorang juru parkir juga ditegur, karena tidak memakai masker.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Suminto yang melihat, langsung sigap melakukan peneguran kepada juru parkir itu.

Saat ditegur, juru parkir itu menjawab telah memiliki masker. Kompol Suminto meminta agar jika memiliki masker semestinya dipakai. Karena tidak juga menggunakan masker yang ia miliki, Kapolsek  pun meminta kepada Camat  diberikan masker secara gratis.

“Kita bukan sekadar menegur dan mengimbau, tapi juga aksi simpatik dengan membagikan masker,” kata Kapolsek.

Dalam patroli tersebut Tiga Pilar Kecamatan yaitu Camat, Kapolsek dan Danramil Bogor Tengah. Juga masih menemukan manusia karung (masrung) atau manusia pembawa karung yang mangkal di seputaran SSA (Sistem Satu Arah). Terlihat mereka berjejer di pinggir jalan meminta belas kasihan dari para pengguna jalan. Jajaran Muspika pun mengimbau untuk tidak mangkal atau berdiam diri.

“Saya minta kepada bapak-bapak pembawa karung untuk kembali pulang kerumah,” kata Camat Bogor Abdul Wahid dihadapan para masrung.

Baca juga : Hadapi Tahun Ajaran 2020-2021 Disdik Rancang Pembelajaran Jarak Jauh

Sementara petugas Kecamatan Bogor Tengah mendata mereka sesuai yang tertera dalam KTP atau identitas yang dibawa.

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Bogor Tengah Simon Talla, para masrung kebanyakan berasal dari luar daerah seperti Brebes, Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bogor serta beberapa daerah lainnya.

Reporter          : Yaso

Editor              : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *