Wilayah Kecamatan Tanah Sareal, yang berjarak dekat dengan wilayah Kabupaten Bogor dan Depok memiliki perpaduan kebudayaan yang menarik. Satu diantaranya adalah budaya Palang Pintu, yang sudah menjadi akulturasi di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, yang juga ditampilkan dalam pembukaan Pekan HAM Kecamatan Tanah Sareal.
Ketua Pelaksana Pekan HAM, Marse Hendra Saputra mengatakan, sesuai dengan tema besar Pekan HAM Kota Bogor untuk menunjukan bahwa, HAM itu tidak hanya eksklusif milik pemerintah, namun juga inklusif untuk dimiliki dan menjadi tanggung jawab bersama.
“Dan tematik yang dilaksanakan di Tanah Sareal ini menarik, budaya urban, karena ada perpaduan sunda yang juga sudah berakulturasi dengan betawi, sehingga menjadi sinkron,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kabag Pemerintahan Setda Kota Bogor.
Pada setiap pekan HAM yang dilaksanakan di kecamatan di Kota Bogor juga diisi oleh seminar.

Baca juga: Festival Ekonomi Kreatif di Ajang Pekan HAM di Situ Gede
Di Tanah Sareal ini, talkshow atau seminar dan sesi diskusi diisi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Fahrudin, Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor, Yantie Rachim dan Faqih Zulfikar, serta Dzulkarnaen Darma. Selain itu, hadir juga sebagai keynote speech Anggota DPRD Kota Bogor, Muaz dan Lania Sari.
Marse berharap, dengan sesi diskusi dan talkshow ini bisa membuat sebuah solusi terobosan atau kerangka acuan dalam pemajuan HAM di Kota Bogor sesuai aturan yang ada dan indikator-indikator pemenuhan HAM.
Pekan HAM Tanah Sareal yang mengusung tema ‘Genggam Erat Tanganku dalam Berkebudayaan dan Berkemanusiaan’ dihadiri oleh para anak jalanan, disabilitas, PKK, LPM, serta Karang Taruna dan berbagai elemen masyarakat lainnya.












