Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Dua Anak Jalanan Jadi Narasumber Dalam Pekan HAM di Tanah Sareal

3335
×

Dua Anak Jalanan Jadi Narasumber Dalam Pekan HAM di Tanah Sareal

Sebarkan artikel ini
Dua anak jalanan saat jadi narasumber Pekan HAM di Tanah Sareal,

Wilayah Kecamatan Tanah Sareal, yang berjarak dekat dengan wilayah Kabupaten Bogor dan Depok memiliki perpaduan kebudayaan yang menarik. Satu diantaranya adalah budaya Palang Pintu, yang sudah menjadi akulturasi di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, yang juga ditampilkan dalam pembukaan Pekan HAM Kecamatan Tanah Sareal.

Ketua Pelaksana Pekan HAM, Marse Hendra Saputra mengatakan, sesuai dengan tema besar Pekan HAM Kota Bogor untuk menunjukan bahwa, HAM itu tidak hanya eksklusif milik pemerintah, namun juga inklusif untuk dimiliki dan menjadi tanggung jawab bersama.

“Dan tematik yang dilaksanakan di Tanah Sareal ini menarik, budaya urban, karena ada perpaduan sunda yang juga sudah berakulturasi dengan betawi, sehingga menjadi sinkron,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kabag Pemerintahan Setda Kota Bogor.

Pada setiap pekan HAM yang dilaksanakan di kecamatan di Kota Bogor juga diisi oleh seminar.

Talkshow Pekan HAM di Tanah Sareal menghadirkan Istri Wali Kota, Yantie Rachim dan Kadis Sosial, Fahrudin.
Baca juga: Festival Ekonomi Kreatif di Ajang Pekan HAM di Situ Gede

Di Tanah Sareal ini, talkshow atau seminar dan sesi diskusi diisi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Fahrudin, Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor, Yantie Rachim dan Faqih Zulfikar, serta Dzulkarnaen Darma. Selain itu, hadir juga sebagai keynote speech Anggota DPRD Kota Bogor, Muaz dan Lania Sari.

Marse berharap, dengan sesi diskusi dan talkshow ini bisa membuat sebuah solusi terobosan atau kerangka acuan dalam pemajuan HAM di Kota Bogor sesuai aturan yang ada dan indikator-indikator pemenuhan HAM.

Pekan HAM Tanah Sareal yang mengusung tema ‘Genggam Erat Tanganku dalam Berkebudayaan dan Berkemanusiaan’ dihadiri oleh para anak jalanan, disabilitas, PKK, LPM, serta Karang Taruna dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *