Festival Ekonomi Kreatif di Ajang Pekan HAM di Situ Gede

Festival Ekonomi Kreatif di Ajang Pekan HAM di Situ Gede 1
Bergam produk ekonomi warga Bogor digelar dalam Bazar Pekan HAM di Situ Gede.

BOGOR, Kobra Post Online – Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) di Kecamatan Bogor Barat digelar di area Danau Situ Gede, Kelurahan Situ Gede, Kota Bogor. Acara itu menghadirkan puluhan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, baru-baru ini.

Mengusung tema ‘Festival ekonomi kreatif kontekstualisasi kearifan lokal dalam pemajuan HAM dan Kota Inklusif’ Festival HAM di Kecamatan Bogor Barat mengadakan talk show yang menghadirkan narasumber dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Heri Cahyono, HM Dody Hikmawan  serta tenaga ahli dan konsultan pariwisata, Mira Maharani, Entrepreneur owner Handayani Batik Geulis, Ger Georgian Marcello, yang juga ketua forum ekonomi kreatif Kota Bogor.

Baca juga: DPRD dan Pemkot Bogor Bahas Perda HAM

Selain talkshow, Pekan HAM yang dilaksanakan di Kecamatan Bogor Barat ini juga menampilkan berbagai kesenian dan kreasi serta live musik dan bazar Ekonomi kreatif dan UMKM.

Sejak pagi, masyarakat sekitar antusias mengunjungi bazar dan menyaksikan talkshow yang dilaksanakan di depan pintu masuk Danau Situ Gede.

Ketua Pelaksana Pekan HAM, yang juga Kabag Pemerintahan Setda Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan, Pekan HAM di Kota Bogor dilaksanakan selama satu pekan sejak 3 Desember 2022 hingga 12 Desember 2022.

Festival Ekonomi Kreatif di Ajang Pekan HAM di Situ Gede 3
Camat Bogor, Abdul Rahman, menyerahkan kursi roda untuk warga disabilitas di Pekan HAM di Situ Gede.
Baca juga: Fenomena Gunung Es, Kasus HIV di Kota Bogor Tembus 6.058 Kasus

Pekan HAM dilaksanakan di setiap kecamatan, dengan konsep dan kreativitas yang berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama dalam ‘Kontekstualisasi Kearifan Lokal Dalam Pemajuan HAM dan Kota Inklusif’.

“Festival ekonomi kreatif kontekstualisasi kearifan lokal dalam pemajuan HAM dan Kota Inklusif bagian dari rangkaian Pekan HAM di Kota Bogor. Tema ini diambil karena ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, merupakan suatu hal yang juga harus dijamin keberadaanya dan untuk keberlangsungannya ke depan,” katanya.

Dengan diskusi yang diadakan ini, lanjut Marse, dibahas mengenai berbagai kendala yang dihadapi oleh para pelaku Ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM untuk bisa dicarikan solusi bersama agar kedepan tercipta ruang yang lebih baik lagi dalam memajukan Ekonomi kreatif dan pariwisata namun tetap berada pada koridor aturan yang berlaku.