BOGOR, Kobra Post Online – Dosen Pendidikan Pancasila IPB University, Prof. Dr. Ir. Sedarnawati Yasni, mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti mengkritik pemerintah ketika menemukan persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, kritik perlu diiringi upaya membangun keteladanan dari diri sendiri dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Silakan kritik pemerintah kalau penyelenggara negara melakukan penyimpangan, tetapi bangun keteladanan dengan cara mendidik diri kita untuk memahami, mendalami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sedarnawati.
Hal tersebut disampaikan Sedarnawati saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Sawala Putra Bangsa #2 di Aula Kolam Renang Balong Kabayan, Kampung Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (3/10).
Ia mengatakan, masyarakat perlu mempersiapkan diri agar mampu menjadi teladan apabila suatu saat memperoleh amanah untuk mengelola negara.
“Didik diri kita untuk menjadi teladan hingga jika suatu hari mendapat amanah mengelola negara, kita mampu memberikan keteladanan,” ujarnya.
Diskusi publik tersebut digelar dalam rangka memperingati sekaligus merefleksikan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.
Pendidikan Pancasila Harus Diinternalisasikan
Dalam diskusi tersebut, Sedarnawati juga memaparkan pengalaman dan pendekatannya dalam mengajarkan mata kuliah Pancasila kepada mahasiswa.
Menurutnya, pendidikan Pancasila perlu disampaikan melalui berbagai metode agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diinternalisasikan dan diwujudkan dalam kehidupan generasi muda.
“Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dapat menjadi landasan nilai bagi seseorang dalam menghadapi berbagai perubahan, hambatan, tantangan, dan ancaman,” ujar Sedarnawati.
Dosen IPB University tersebut juga dikenal sebagai Maheswara Utama BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).
Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, bukan hanya dipahami secara teoritis.
Pancasila Jangan Berhenti pada Seremonial

Sementara itu, Ketua Yayasan Daya Putra Bangsa, Willy Kamawijaya, menyoroti pentingnya menjadikan Pancasila sebagai nilai yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Willy, Pancasila tidak seharusnya hanya diingat dan diucapkan dalam kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila perlu terlihat melalui keteladanan di berbagai lingkungan kehidupan.
“Pancasila sering kali hanya kita ingat dan kita ucap dalam kegiatan seremonial. Karena itu, keteladanan dalam kehidupan harus dicontohkan oleh para pemimpin bangsa, dari presiden hingga ketua RT, bahkan dalam kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menilai keteladanan dalam mengamalkan nilai Pancasila harus dibangun secara berjenjang, mulai dari lingkungan pemerintahan hingga keluarga dan masyarakat.
Sawala Putra Bangsa Bahas Relevansi Pancasila
Mengusung format sarasehan, Sawala Putra Bangsa #2 mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pendidik, seniman, budayawan, aktivis sosial, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Forum tersebut menjadi ruang untuk membicarakan kembali relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan.
Suasana diskusi berlangsung di ruang terbuka yang dikelilingi pepohonan rindang dan area kolam renang. Kondisi tersebut menciptakan suasana informal sehingga peserta dapat berdiskusi dan bertukar pandangan secara lebih terbuka mengenai persoalan kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara mendorong agar refleksi terhadap Pancasila tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diterjemahkan menjadi sikap dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.












