Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Atang Trisnanto Ajak Umat Muslim Bangun Keluarga Rabbani

2835
×

Atang Trisnanto Ajak Umat Muslim Bangun Keluarga Rabbani

Sebarkan artikel ini
Khutbah disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.

Di mana Ibadah ini dimulai dengan ihram yang berarti pengharaman dan diakhiri dengan tahallul yang berarti penghalalan.

“Dari sini, seorang muslim apalagi seorang haji akan selalu siap meninggalkan sesuatu yang memang diharamkan Allah SWT dan hanya mau melaksanakan sesuatu bila memang dihalalkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Pelajaran ketiga yang didapatkan dari meneladani Nabi Ibrahim adalah terus bergerak dalam kebaikan. Kang Atang mencontohkan dengan kegiatan ibadah haji yang menunjukkan para jamaah haji harus terus bergerak dalam menjalankan perintah Allah SWT. Yakni bergerak dari Mekkah menuju Mina, lalu ke Arafah untuk wukuf, lanjut ke Muzdalifah, dan melempar jumroh di Mina serta diakhiri tawaf ifadhah dan sai di Masjidil Haram.

Salat Iduladha yang diselenggarakan oleh Masjid Darussalam.
Baca juga: Selama Ramadan, Atang Bagikan Ribuan Takjil dan Ratusan Sembako

Pelajaran keempat, untuk memperbaiki kualitas diri, keluarga, dan bangsa adalah memiliki jiwa pengorbanan di jalan yang benar. Dalam ibadah qurban, Nabi Ibrahim mendapat ujian pengorbanan yang sungguh berat dari Allah SWT.

“Andaikan Ibrahim manusia yang daif (lemah), tentu akan sulit untuk menentukan pilihan, Allah atau Ismail. Namun, ia memilih Allah dan mengorbankan Ismail yang akhirnya menjadi syariat ibadah umat Nabi Muhammad SAW. Sanggup mengorbankan apa yang dicintai, hanya bisa dimiliki oleh orang yang beriman,” jelasnya.

Pelajaran kelima adalah adalah membentuk keluarga Rabbani. Keluarga yang dicintai oleh Allah SWT, karena menunjukkan ketaatan dalam beragama dan kekuatan dalam berkeluarga.

Baca juga: PKK Kebon Kelapa Bogor Tengah Gelar Kampanye Gemar Membaca

Doktor lulusan IPB University ini menyampaikan pentingnya pendidikan keagamaan bagi seorang anak semenjak mereka masih belia, agar memiliki kekuatan untuk mendukung orang tuanya. Seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ismail kepada Nabi Ibrahim.

“Di sinilah pentingnya bimbingan agama dan pendidikan yang kita perlu terapkan di seluruh jenjang pendidikan di negara yang kita cintai. Di sinilah pentingnya peran keluarga dalam mendidik generasi masa depan yang solih cendekia. Inilah saatnya bagi kita untuk bersama-sama meneladani apa yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim AS,” tutup Atang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *