Scroll untuk baca artikel
Info Bekasi

Antisipasi PMK, Hewan Kurban Wajib Divaksin

876
×

Antisipasi PMK, Hewan Kurban Wajib Divaksin

Sebarkan artikel ini

Distan Kabupaten Bekasi Bentuk Tim Pengawas Pemeriksa Hewan Kurban

Antisipasi PMK, Hewan Kurban Wajib Divaksin
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Dwian Wahyudiharto.

BEKASI, Kobra Post Online – Dalam rangka mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban menjelang Iduladha 1444 H/ 2023, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi membentuk tim pengawasan pemeriksaan hewan. Hal itu di ungkapkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Dwian Wahyudiharto di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Jumat (9/6).

Dwian Wahyudiharto mengatakan, sebelum hewan kurban yang masuk dari luar daerah disarankan divaksin terlebih dahulu agar terhindar dari PMK.

“Jadi hewan yang masuk ke Kabupaten Bekasi itu betul-betul dalam keadaan sehat, dan harus dibuktikan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal,” katanya.

Ia menjelaskan, rata-rata hewan kurban dari luar daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) biasanya sebelum hewan diberangkatkan ke wilayah lain, ada pengecekan kesehatan terlebih dahulu melalui karantina.

“Kalau tidak lengkap berkasnya tidak mungkin sampai ke sini. Kita mempersyaratkan hewan dari luar itu harus sudah divaksin dan di Eartag Secure QR Code (anting ternak),” jelasnya.

Tim pengawas pemeriksa hewan kurban, lanjut Dwian, mulai bergerak pada 13 Juni 2023 dengan jumlah 30 orang ditambah dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

“Pemeriksaannya itu Ante Mortem (pemeriksaan sebelum hewan dipotong) dalam kondisi masih hidup dan Post Mortem (pemeriksaan kesehatan hewan setelah dipotong) dilakukan selama tasyrik,” ucapnya.

Baca juga: DKPP Jabar: Awas PMK dan Penyakit Benjolan pada Kulit Sapi

Dwian menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan semaksimal mungkin untuk memastikan hewan itu betul-betul aman dari PMK.

“Nantinya hewan ini akan kita berikan vitamin, obat penurun panas jika memang hewan itu terlihat stres transportasi selama perjalanan. Karena kebanyakan hewan-hewan ini stres karena perjalanan. Yah, kondisi terparahnya itu patah kaki biasanya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *