Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SMA Negeri 2 Bogor Berbagi Rantang Cinta

937
×

SMA Negeri 2 Bogor Berbagi Rantang Cinta

Sebarkan artikel ini
sma negeri 2.

BOGOR, Kobra Post Online – Dalam mengisi bulan suci Ramadan 1444 Hijriah, SMA Negeri 2 Kota Bogor menggelar berbagai kegiatan. Selain kegiatan sanlat (pesantren kilat) seperti halnya yang dilakukan di semua sekolah. Namun ada juga program Rantang Cinta Pramuka.

Kepala SMA Negeri 2 Bogor, Atif Suherman mengatakan, Rantang Cinta Pramuka adalah pengumpulan infak dari orang tua siswa dan ASN (Aparatur Sipil Negera) yang dilakukan oleh Pramuka SMA Negeri 2 Bogor.

“Alhamdulillah dari kegiatan Rantang Cinta Pramuka terkumpul 420 paket yang sudah kami salurkan kepada anak-anak yatim termasuk petugas pengaman sekolah.” kata Atif kepada Kobra Post Online Senin (10/4) kemarin.

Baca juga: Smartren SMK Negeri 4 Bogor Siapkan Siswa Beretika, Berkarakter dan Berkompeten 

Lanjut Atif, dari rantang cinta mengandung arti untuk merasakan bagaimana rasanya berpuasa, tentunya lapar dan haus yang dirasakan oleh orang yang berpuasa.

“Tapi itu hanya setahun sekali ujian lapar dan haus tersebut. Namun, bagi warga kurang mampu dia terkadang hampir setiap hari merasakan lapar dan haus tersebut,” ucapnya.

Untuk itu, kata Atif, apa yang bisa diambil hikmahnya dari bulan suci Ramadan dan warga kurang mampu yang hampir setiap hari merasakan lapar dan haus.

“Jadi, hanya kepedulian kita untuk berbagi kepada saudara-saudara yang kurang mampu,” ungkap Kepala SMA Negeri 2 Bogor.

Baca juga: Smartren Ramadan 2023 SMAN 1 Rancabungur

Menurut Atif, pembagian rantang cinta tidak hanya diberikan kepada siswa-siswi yang kurang mampu dan penjaga sekolah, juga diberikan kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah.

“Sehingga mereka bisa menikmati program ini, dalam Rantang Cinta Pramuka itu berisi sembako,” sambungnya.

Sanlat SMAN 2 ini, lanjut Atif, diikuti 650 orang, dengan lokasi sanlat di ruang kelas dan masjid dilingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan lebih awal sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), bagi siswa non muslim juga diadakan kegiatan keagamaan yang dibimbing oleh guru yang non muslim. “Selama bulan puasa KBM setiap harinya hanya 2 mata pelajaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *