BOGOR, Kobra Post Online – Sepanjang tahun 2022 Badan Penanggulangan Bencana Saerah (BPBD) Kota Bogor mencatat kejadian bencana alam di Kota Bogor sebanyak 856. Akibat bencana alam ini BPBD mencatat 15 orang meninggal dunia dan 30 orang lainnya luka-luka. Sedangkang yang terdampak tercatat 2.746 orang atau 1.021 KK (Kepala Keluarga).
Kepala pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas mengatakan, bencana yang terjadi di Kota Bogor didominasi oleh tanah longsor dan tanah amblas, pohon tumbang serta bangunan ambruk.
Rinciannya, sambung Theo, tanah longsor dan tanah amblas 373 kali, pohon tumbang 170 kali, bangunan ambruk 164 kali, angin kencang 53 kali, banjir 32 kali, kebakaran 31 kali, dan orang hanyut sembilan kali.
Baca juga: BPBD Kota Bogor Terima Bantuan Satu Unit Kendaraan Dapur Umum Lapangan
Theo menjelaskan, bencana alam di Kota Bogor tidak hanya menelan korban jiwa juga merusak sejumlah fasilitas pendidikan yaitu dua universitas, satu gedung SMK, satu pondok pesantren dan lima gedung SD. Selain itu juga kendaraan roda dua dan roda empat tercatat 42 unit dengan rincian sepeda motor 18 unit dan mobil 24 unit.
“Kalau dibandingkan dengan kejadian di Kota Bogor tahun 2022 mengalami peningkatan dibanding dua tahun sebelumnya, di 2020 ada 740 kejadian di 2021 ada 701 kejadian bencana,” sebut Theofilo kepada Kobra Post Online, Kamis (5/1) kemarin.
Lanjut Theo, bencana alam terdahsyat terjadi di bulan Oktober 2022 yang menewaskan tujuh orang, diantaranya longsor Gang Barjo dan Gang Kepatihan Kelurahan Kebon Kelapa, Bogor Tengah, yang menewaskan lima orang.
Baca juga: Korban Terakhir Longsor Gang Barjo Berhasil di Evakuasi
Theofilo mengatakan, cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di Kota Bogor. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dirinya berharap masyarakat memonitor perkiraan yang disampaikan oleh BMKG, terkait dengan cuaca per hari. Setiap hari cuacanya masih ekstrem dari pagi sampai sore, masih sering hujan ditambah angin dan lain lain.
“Jadi tingkatkan kewaspadaan terutama yang berada di wilayah-wilayah rawan bencana, misalnya dari daerah yang berada di kemiringan atau tebingan atau yang berada di bantaran sungai,” imbuhnya.
Baca juga: Pemkot Bogor Tetapkan Tanggap Darurat Hingga 31 Desember 2022










