Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Satpol PP dan Pengamen Jalanan Kerap Berseteru Kini Bersatu

57
×

Satpol PP dan Pengamen Jalanan Kerap Berseteru Kini Bersatu

Sebarkan artikel ini
Satpol PP dan Pengamen Jalanan Kerap Berseteru Kini Bersatu

BOGOR, Kobra Post Online – Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor, Agustian Syach mengaku sering berinteraksi dengan anak-anak jalanan yang mangkal di sudut-sudut Kota Bogor.

“Saat pertama kali saya menjadi anggota Satpol PP tahun 2006 sempat mengalami  perseteruan antara anggota Satpol PP  dengan teman-teman di jalanan,” kata Agus di hadapan para musisi jalanan dalam acara workshop yang menghadirkan puluhan  musisi jalanan di  Gedung Bogor Creative Center, Rabu (12/6) kemarin.

Namun, sambung Agus, seiring berjalannya waktu yang tadinya Satpol PP sering berseteru dengan pengamen jalanan kini menjadi bersatu.

“Kami mencoba merubah paradigma yaitu merangkul teman-teman di jalanan,” ungkap pria yang akrab disapa Agus Demak.

Agus menyebutkan, dirinya mengajak para penyanyi jalanan beraktivitas di cafe-cafe, atau kalaupun tetap ingin mengamen di jalanan harus di lokasi yang sudah ditentukan.

“Tentunya dengan syarat menjaga kesopanan dan ketertiban,” tuturnya.

Tomas Tri dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Riset dan Teknologi mengatakan, workshop yang menghadirkan para musisi jalanan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi di Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan.

Baca juga: Satpol PP Kota Bogor Buka Kembali Akses Jalan Jambu Dua

Kegiatan ini, sambungnya, juga merupakan bentuk kehadiran dari pemerintah untuk mensupport baik dari pembinaannya maupun pelaku budayanya atau kelembagaan organisasi komunitas dan lainnya.

“Jadi kegiatan yang kami lakukan bisa dalam bentuk workshop, bimtek dan sertifikasi dalam upaya peningkatan kapasitas,” terangnya.

Lanjut Tomas, musisi, baik itu mereka yang main di ruang terbuka atau tertutup seperti cafe dan panggung-panggung konser, merupakan bagian pranata kebudayaan atau ekosistem kebudayaan yang harus diperhatikan oleh negara.

“Sesuai arahan pimpinan kami perlu ada kerja sama, karena pemerintah sifatnya hanya regulator dan fasilitator. Sedangkan yang memiliki kebudayaan adalah masyarakat atau pelakunya,” jelas Tomas.

Satpol PP dan Pengamen Jalanan Kerap Berseteru Kini Bersatu
Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syach.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Ervin Yulianto menyambut positif kegiatan workshop yang diikuti para musisi jalanan.

“Apresiasi buat Rumah Kreatif Keboen Sastra, semoga akan menambah wawasan bagi para musisi jalanan di Kota Bogor,” ucap Ervin.

Lebih lanjut Ervin mengatakan, sudah selayaknya pemerintah memberikan ruang bagi para musisi jalanan yang selama ini terus berkreasi.

Ketua Rumah Kreatif Keboen Sastra  Herie Syahnilla Putra mengatakan bahwa Workshop yang menghadirkan para musisi jalanan diinisiasi Rumah Kreatif Keboen Sastra bekerja sama dengan Kementerian dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

“Ini adalah sebagai bentuk kesadaran untuk meningkatkan potensi diri dan sikap para musisi jalanan,” kata pria yang akrab disapa Herie Matahari.

Herie berharap Pemkot Kota Bogor bisa terus bersinergi dengan para musisi jalanan dengan memberikan fasilitas ruang ekspresi. Sehingga akan meningkatkan nilai ekonomis dan  kesejahteraan bagi para musisi jalanan.

Acara workshop ini dihadiri pendiri Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Indonesia, Anto Baret dan Mike Marjinal salah satu musisi yang sudah dikenal di tanah air, serta Tohir Kulikulo Ketua KPJ Merdeka dan Trotoar Kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *