Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Salat Idulfitri Digelar Muhammadiyah

870
×

Salat Idulfitri Digelar Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Ribuan Ummat Islam Penuhi Lapangan Sempur

salat idul.
Ribuan ummat Islam menunaikan salat Idulfitri 1444 H. (Foto: Dok. Yaso-kobrapostonline.com).

BOGOR, Kobra Post Online – Ribuan ummat Islam menunaikan salat Idulfitri 1444 H di Lapangan Sempur Kota Bogor, Jumat pagi (21/4).

Ditengah cuaca mendung, karena Bogor dan sekitarnya diguyur hujan sejak pukul 02.00 dinihari, namun tidak menyurutkan ummat muslim melaksanakan salat Idulfitri 1444 H yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah Kota Bogor.

Pantauan Kobra Post Online, jamaah mulai berdatangan ke Lapangan Sempur sejak pukul 05.30 WB. Jamaah tampak memenuhi seluruh area Lapangan Sempur.

Sementara diluar area lapangan nampak petugas Dishub, Satpol PP dan Kepolisian sibuk mengatur arus lalu lintas dan mengatur lokasi parkir kendaraan para jamaah salat Idulfitri. Jalan Salak hingga sekitar Taman Kencana dipadati parkir kendaraan para jamaah.

Bertindak sebagai Imam dan Khatib dalam salat Idulfitri tersebut, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, K.H. Muhyidin Junaidi.

Baca juga: Salat Idul Adha 1443 H, Minggu di Masjid Raya Sabtu di Sempur

Dalam khutbahnya KH Muhyiddin mengatakan, perayaan Idulfitri adalah hari kemenenangan bagi umat Islam yang dirayakan dengan penuh khidmat, penuh kesederhanaan, penuh kasih sayang, dan toleransi tanpa mengumbar berbagai macam tindakan yang bisa menimbulkan kegaduhan.

“Oleh karena itu, mereka yang merayakan Idulfitri seharusnya sudah dibekali dengan sikap-sikap terpuji. Sehingga sikap tersebut mencerminkan bahwa mereka berhasil dalam melaksanakan (ibadah) selama bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Lanjutnya berharap, dengan adanya perbedaan dalam perayaan Idulfitri 1444 H tersebut, tidak boleh dijadikan perpecahan.

“Kami berharap dengan perberdaan yang ada dalam peringatan hari besar Idulfitri ini harusnya tidak bisa dan tidak boleh kita jadikan pemecah kesatuan dan persatuan kita sebagai bangsa karena ini adalah domain ijtihad,” imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1444 H pada Sabtu 22 April 2023

Menurutnya ketika yang satu menggunakan hisab yang lain menggunakan rukyah, yang penting paham melalui kajian kajian ilmiah, menggunakan teknologi.

Oleh karena itu Khotib KH. Muhyiddin berharap yang berbeda memperingati hari raya Idulfitri tidak show off, tidak demonstratif tetapi justru menahan diri menghormati mereka yang masih berpuasa hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *