Ratusan Pedagang Lawang Saketeng Serbu Gedung DPRD Kota Bogor

oleh -1.506 views
Ratusan Pedagang Lawang Saketeng Serbu Gedung DPRD Kota Bogor
Aksi Ratusan pedagang Lawang Saketeng - Jalan Pedati menyerbu gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor di Jalan Pemuda Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. (Foto : Dede N)

BOGOR, Kobrapostonline.com – Ratusan pedagang Lawang Saketeng – Jalan Pedati menyerbu gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor di Jalan Pemuda Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Senin (02/03).

Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan kekecewaan atas rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan melakukan relokasi pedagang pada 6 Maret 2020.

“Hari ini agendanya rapat bersama DPRD Kota Bogor dengan Pemkot Bogor dan pedagang. Jadi kedatangan kawan-kawan pedagang untuk memberikan dukungan moril kepada perwakilan pedagang yang akan ikut rapat,” ungkap Koordinator pedagang, Irpan Effendi, Senin (02/03).

Irpan menjelaskan, para pedagang meminta Pemkot Bogor agar relokasi tersebut ditangguhkan hingga Hari Raya Idul Fitri 2020 (Lebaran).

“Kami hanya meminta waktu penangguhan relokasi hingga lebaran. Kami tidak menolak relokasi, hanya minta waktunya ditangguhkan saja,” jelasnya.

Koordinator pedagang itu berharap agar DPRD sebagai penyambung lidah rakyat dapat memperjuangkan aspirasi dan keinginan pedagang. Menurut Irpan, Kawasan Lawang Saketeng dan Pedati memiliki histori atau sejarah yang sangat panjang dan menjadi kebanggan Kota Bogor sebagai sentral perdagangan ikan asin terbesar di Jawa Barat dan Indonesia.

“Keberadaan pedagang yang mengais rejeki sudah puluhan tahun, seharusnya menjadi prioritas untuk ditata, bukan direlokasi. Kami berharap agar Pemkot Bogor mempertimbangkan rencana relokasi, cukup ditata dan dibina saja seperti pedagang diwalayah lain. Contohnya PKL di Jalan Siliwangi dibawah binaan Dinas UMKM,” paparnya.

Baca juga : 635 Unit Angkot di Kota Bogor Akan di Reduksi Konversi Tahun Ini

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, ada tiga concern (perhatian) utama yang perlu dipertimbangkan. Pertama, rencana strategis penataan PKL dan pembangunan kawasan yang akan dilakukan oleh Pemkot Bogor bisa berjalan dengan baik. Kedua, para pedagang memiliki kesempatan yang lebih leluasa untuk mempersiapkan kebutuhan mereka di hari-hari berikutnya. Dengan kesempatan mengoptimalkan volume penjualan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Ketiga, situasi sosial bisa berjalan kondusif.

“Insya Allah saya akan komunikasikan dengan Pak Walikota dan akan memanggil Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya terkait rencana relokasi maupun jadwal pembangunan yang akan dilakukan,” ujarnya.

Atang menegaskan, pihaknya akan berusaha mencarikan titik temu terbaik dari ketiga concern utama tersebut.

“Saya kira perlu ada kebijakan, agar pedagang diberi kesempatan untuk mengoptimalkan peluang mengais rejekinya,” pungkasnya.

Reporter : Dede Nuriman

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *