635 Unit Angkot di Kota Bogor Akan Direduksi Konversi Tahun Ini

oleh -1.017 views
635 Unit Angkot di Kota Bogor Akan di Reduksi Konversi Tahun Ini
Walikota Bogor, Bima Arya melakukan proses penghancuran Angkot dengan Gerinda di Balaikota Bogor. (Foto : Hamid)

BOGOR, Kobrapostonline.com – Sebanyak 635 unit angkutan kota (Angkot) di Kota Bogor yang sudah melewati batas usia operasional setelah 20 tahun lebih akan di reduksi konversi (2:1). Proses reduksi dengan skema scraping (dibesituakan) tersebut digelar di halaman Balaikota Bogor, Jalan Juanda, Bogor Tengah, Minggu (01/03).

Walikota Bogor, Bima Arya yang memimpin langsung kegiatan reduksi itu mengatakan, pola yang disepakati Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dengan pengelola angkot berbadan hukum adalah reduksi konversi 2:1.

“Artinya, dua unit angkot tua akan dibesituakan dan digantikan dengan satu unit angkot tahun muda atau bisa juga baru, menyesuaikan kemampuan pengelola,” katanya.

Bima menjelaskan, angkot yang di-scraping memang sudah tidak layak jalan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah berusia hampir 30 tahun. Proses scraping dilakukan dengan mengambil bagian-bagian dari angkot tersebut menggunakan las dan gerinda.

“Menurut data ada sekitar 1.270 angkot di pusat kota (dari lima jalur trayek utama) yang usianya sudah diatas 20 tahun. Selama beberapa bulan kedepan akan dilaksanakan secara bertahap membesituakan angkot ini. Sehingga angkot di pusat kota akan berkurang setengahnya atau  635 unit sampai akhir tahun ini,” jelasnya.

635 Unit Angkot di Kota Bogor Akan di Reduksi Konversi Tahun Ini
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo

Di tempat yang sama, Kepala Dishub (Kadishub) Kota Bogor Eko Prabowo menyatakan, program reduksi konversi angkutan ini berpedoman pada Perda Nomor 10 Tahun 2019, Surat Edaran Wali Kota dan Surat Edaran Kadishub.

“Hingga hari ini, ada 69 kendaraan yang mengikuti program ini. 10 unit diantaranya dilakukan scraping di Balaikota hari ini oleh Bapak Walikota Bogor. Dengan target samapi akhir 2020 nanti, jumlah angkot akan berkurang sebanyak 635 unit,” ujar Eko.

Ia menambahkan, kendaraan yang telah di-scraping diberikan P5 untuk kemudian disampaikan ke Samsat untuk dilakukan penghapusan data.

“Hal ini dilakukan agar angkot tersebut tidak dapat beroperasional kembali setelah kegiatan ini dilaksanakan. Kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPC Organda, badan hukum, pengurus KKU dan KKSU serta para pemilik dan sopir angkot atas peran aktif dalam menyukseskan program transportasi di Kota Bogor,” katanya.

Baca juga : Benninu Argoebie Kembali Pimpin MPC PP Kota Bogor

Sementara itu, Ketua Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari) Khairuddin berharap dengan adanya program reduksi konversi 2:1 ini bisa memberikan kepastian usaha bagi pengelola angkutan di Kota Bogor.

“Selama bertahun-tahun ini kita trayeknya masih sementara, namun sekarang sudah jelas dengan 2:1, ada peremajaan. Saya kira itu sudah jalan terbaik. Kalau dibilang berat, ya berat. Tapi jika melihat tujuan yang lebih besar, ada kepastian usaha, itu yang lebih bagus menurut kami. Itu yang paling kita dukung,” ujar Khairuddin.

Yang kedua, lanjutnya, dari sisi pengusaha dan sopir, mudah-mudahan dengan berkurangnya angkot, supply dan demand-nya seimbang. “Jadi ada penghasilan yang bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Reporter : Hamid

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *