Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Pengembang Apartemen Gardenia Mangkir Dipanggil DPRD Kota Bogor

892
×

Pengembang Apartemen Gardenia Mangkir Dipanggil DPRD Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
gardenia
Pengembang Apartemen Gardenia.

BOGOR, Kobra Post Online – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menerima aduan dari konsumen Apartemen Gardenia Bogor lantaran pembangunan yang tak kunjung selesai. Untuk memediasi keinginan konsumen dan mencari akar persoalan pembangunan yang saat ini mangkrak, Komisi III DPRD Kota Bogor pun memanggil pihak pengembang.

Surat pemanggilan yang dilayangkan oleh DPRD Kota Bogor dan dijadwalkan rapat kerja pada Rabu (21/6) tidak diindahkan oleh pihak pengembang. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin menilai pihak pengembang apartemen Gardenia tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan sengketa dengan konsumen karena mangkir dari panggilan DPRD Kota Bogor.

“Kami menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh pengembang karena mangkir dari pemanggilan ini. Tentunya kami akan melakukan pemanggilan kembali pengembang Apartemen Gardenia dalam waktu dekat ini,” ujar Zenal, Minggu (25/6).

Pengembang Apartemen Gardenia Mangkir Dipanggil DPRD Kota Bogor 2
Baca juga: Komisi III DPRD Kota Bogor Minta Kontraktor Pembangunan RSUD Tambah Pekerja

Lebih lanjut, Zenal menjelaskan, landasan dari pemanggilan yang dilakukan oleh DPRD Kota Bogor adalah aduan dari konsumen yang merasa ditipu oleh pengembang Apartemen Gardenia. Karena pembangunan yang direncanakan selesai pada 2017 tapi molor hingga sekarang. Padahal pada 29 September 2017 silam, Wali Kota Bogor bersama pihak pengembang melakukan prosesi tutup atap apartemen.

“Jadi berdasarkan aduan dari konsumen ini lah kami melakukan pemanggilan, agar bisa ditemukan solusi atas persoalan yang ada,” kata Zenal.

Baca juga: Belum Berizin Restoran Mie Gacoan Sholis Dibuka, Satpol PP Tak Bernyali?

Bahkan, para konsumen sudah mengajukan gugatan perdata pada tahun 2020 dan tanggal 18 Maret 2021 disepakati perdamaian (homologasi) antara pengembang dengan konsumen. Dan diputuskan oleh pengadilan pada tanggal 31 Maret 2021 dimana menetapkan pihak pengembang akan menyelesaikan pembangunan dalam waktu maksimal 33 bulan (Grace Period 9 bulan, pembangunan/penyelesaian 18 bulan, serah terima 6 bulan setelah Sertifikat Laik Fungsi / SLF 6 bulan) dengan estimasi selesai serah terima pada tanggal 1 Januari 2024.

“Dengan sisa waktu pembangunan 6 bulan lagi, kami berharap pihak pengembang menunjukkan itikad baik. Karena ini berpengaruh terhadap citra investasi di Kota Bogor kedepannya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *