Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Camat Rancabungur Turun ke SDN Bantarkambing 01, Program KAMI Mendengar Ungkap Kekurangan 9 Ruang Kelas dan 8 Guru

5
×

Camat Rancabungur Turun ke SDN Bantarkambing 01, Program KAMI Mendengar Ungkap Kekurangan 9 Ruang Kelas dan 8 Guru

Sebarkan artikel ini
Program KAMI Mendengar Kecamatan Rancabungur di SDN Bantarkambing 01. (Foto: Dok. Juna).

BOGOR, Kobra Post Online – Camat Rancabungur, Dita Aprilia, turun langsung ke SDN Bantarkambing 01, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2026), sebagai pembina upacara dalam pelaksanaan Program KAMI Mendengar, sebuah inovasi Pemerintah Kabupaten Bogor yang diinisiasi Bupati Bogor untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat secara langsung kondisi sekolah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Rancabungur, Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Rancabungur, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantib), Pengawas Pembina SD Kecamatan Rancabungur, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kepala SPPG Bantarjaya Rancabungur 01, kepala sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa.

Dalam kesempatan itu, Dita Aprilia menjelaskan bahwa Program KAMI Mendengar menjadi sarana bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi riil sekolah, mulai dari infrastruktur, sarana prasarana, kebutuhan tenaga pendidik, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Program ini sangat efektif karena kami tidak hanya menjadi pembina upacara, tetapi juga dapat melihat langsung berbagai persoalan di sekolah sehingga solusi yang dibutuhkan bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Dita.

Sekolah dengan 670 Siswa Masih Kekurangan 9 Ruang Kelas

Hasil peninjauan menunjukkan SDN Bantarkambing 01 yang memiliki sekitar 670 siswa masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Saat ini sekolah hanya memiliki 11 ruang kelas, sehingga masih membutuhkan 9 ruang kelas tambahan untuk menunjang proses belajar mengajar.

Camat Rancabungur, Dita Aprilia.
Baca juga: Camat Rancabungur Turun Langsung Pimpin Jumat Bersih, Perbatasan Rancabungur–Ciampea Ditata, Jembatan Akan Dicat Merah Putih

Menurut Dita, keterbatasan lahan membuat pembangunan gedung bertingkat menjadi salah satu solusi yang dinilai paling memungkinkan.”Kalau melihat kondisi lahannya, pembangunan ruang kelas bertingkat bisa menjadi alternatif agar kebutuhan ruang belajar dapat terpenuhi,” katanya.

Selain kekurangan ruang kelas, kebutuhan guru juga menjadi perhatian karena sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

Camat Ajak Siswa Dukung Program MBG

Pada kesempatan yang sama, Dita mengajak seluruh siswa untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghabiskan makanan yang telah disediakan pemerintah.

Menurutnya, asupan gizi yang baik akan membantu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, serta membentuk generasi yang berprestasi dan berkarakter.

“Jangan sampai makanan bergizi ini dibuang. Harus dihabiskan karena manfaatnya sangat besar untuk kesehatan dan masa depan kalian,” pesannya.

Baca juga: Satpol PP Kecamatan Rancabungur Cek Pembongkaran Mandiri Bangunan Liar, 132 Bangunan di Empat Desa Telah Didata

Di hadapan seluruh peserta upacara, Dita juga memberikan apresiasi kepada petugas upacara yang dinilai tampil disiplin, rapi, dan percaya diri.

“Saya bangga berdiri di hadapan anak-anak SDN Bantarkambing 01. Petugas upacaranya luar biasa dan layak menjadi contoh bagi sekolah lain di Kecamatan Rancabungur. Teruslah berprestasi hingga tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” ucapnya.

Ia menambahkan, Program KAMI Mendengar akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh sekolah di Kecamatan Rancabungur. Bahkan, pemerintah kecamatan juga akan melibatkan para kepala desa sebagai pembina upacara agar komunikasi antara pemerintah dan sekolah semakin erat.

Kepala Sekolah Beberkan Sejumlah Persoalan

Kepala SDN Bantarkambing 01, Eti Widiastuti, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan Program KAMI Mendengar.

Selain upacara bendera, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler, seperti marching band, Paskibra, Pramuka, pencak silat, BTQ, marawis, dan sejumlah kegiatan lainnya yang mendapat apresiasi dari Camat Rancabungur.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Penampilan siswa mendapat apresiasi langsung dari Ibu Camat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi sekolah,” ujarnya.

Eti mengungkapkan, selain kekurangan 9 ruang kelas dan 8 guru kelas akibat banyaknya tenaga pendidik yang pensiun, sekolah juga membutuhkan rehabilitasi ruang perpustakaan, ruang UKS, perbaikan pagar sekolah, hingga renovasi lapangan olahraga.

Baca juga: Reses DPRD Kabupaten Bogor di Rancabungur, Pembangunan SMPN 2 hingga Fasilitas Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan keberadaan pedagang yang masih berjualan tepat di depan gerbang sekolah sehingga dinilai mengganggu ketertiban, keamanan, dan keindahan lingkungan sekolah.

“Kami berharap ada penataan sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Program KAMI Mendengar Akan Menjangkau Seluruh Sekolah

Sementara itu, Pengawas Pembina SD Kecamatan Rancabungur, Nanik Desimiati, menilai Program KAMI Mendengar menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengetahui kebutuhan nyata sekolah secara langsung.

“Melalui program ini pemerintah dapat melihat kondisi sarana prasarana, kebutuhan guru, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Harapannya seluruh kebutuhan sekolah dapat segera ditindaklanjuti sehingga kualitas pendidikan terus meningkat,” ujarnya.

Ia memastikan Program KAMI Mendengar akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Bogor sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di sekolah, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif. (Juna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *