Lanjut Jaenudin, melihat kondisi lapangan yang harus segera dirubah, ia melakukan rapat dengan orang tua siswa, korordinator kelas dan komite sekolah.
“Saya sampaikan kepada orang tua siswa dalam rapat bagaimana kita gotong royong membangun lapangan dan alhamdulillah responnya positif, ada yang menyumbang semen, pasir bahkan upah pekerja. Semuanya tidak ada unsur paksaan mereka berinisiatif dan siap menyumbang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan ini secara bertahap karena adanya keterbatasan. Adapun Panjang lapangan yang harus dibangun mencapai 300m, baru terbangun sepanjang 13m dengan luas 3,90m.
“Jadi harapannya bisa semua lapangannya di tembok, tapi kita memiliki keterbasan maka dilakukan secara bertahap. Selain itu kita juga kita mendapatkan Penerangan Jalan Umum (PJU) dua titik di halam an sekolah, sehingga malam hari sekolah terang,” jelasnya.
Dalam pembangunan ini, sambung Jaenudin, sudah menghabiskan dana sebesar hampir mencapai Rp5 juta. Sebenarnya bisa lebih, karena belum dihitung dengan bantuan berupa material. “Diperkirakan kalau dibangun semua bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp50 jutaan,” tutupnya.












