Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SMPN 1 Rancabungur Resmi Tutup MPLS Ramah 2026, Siswa Baru Dibekali Karakter, Literasi Digital, dan Budaya Anti-Bullying

12
×

SMPN 1 Rancabungur Resmi Tutup MPLS Ramah 2026, Siswa Baru Dibekali Karakter, Literasi Digital, dan Budaya Anti-Bullying

Sebarkan artikel ini
Penutupan MPLS Ramah SMPN 1 Rancabungur. (Foto: Dok. Juna).

BOGOR, Kobra Post Online – SMPN 1 Rancabungur, Kabupaten Bogor, resmi mengakhiri pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Selasa, 21 Juli 2026. Selama lima hari, ratusan siswa baru kelas VII mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan literasi dan numerasi, mengenalkan budaya sekolah, hingga menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan semangat berprestasi.

Kepala SMPN 1 Rancabungur, Siti Hodijah, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dan berjalan dengan aman, tertib, serta penuh semangat.

“Alhamdulillah hari ini merupakan hari terakhir MPLS Ramah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Semoga seluruh materi yang telah diberikan dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk memulai perjalanan belajar di SMPN 1 Rancabungur,” ujarnya kepada Kobra Post Online.

Pada hari penutupan, siswa mengikuti pembiasaan pagi melalui kegiatan pra-KBM, yang diawali dengan salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan zikir bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama pengurus OSIS, perkenalan dengan wali kelas dan guru, serta pengenalan lingkungan sekolah agar peserta didik lebih cepat beradaptasi.

Suasana semakin meriah saat 15 ekstrakurikuler menampilkan demonstrasi dan pentas bakat. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa baru untuk mengenal berbagai pilihan ekstrakurikuler sekaligus menemukan minat dan potensi yang akan dikembangkan selama menempuh pendidikan di SMPN 1 Rancabungur.

Kepala SMPN 1 Rancabungur, Siti Hodijah.
Baca juga: SPMB 2026 SMPN 1 Rancabungur Dibuka 22 Juni, Kuota 476 Siswa Baru dan 5 Jalur Penerimaan Disiapkan

Siti Hodijah berharap peserta didik baru tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, berprestasi, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak dan kedisiplinan.

“Saya berharap siswa kelas VII tahun ajaran 2026/2027 menjadi angkatan yang lebih baik, memiliki semangat belajar tinggi, mampu memanfaatkan teknologi secara positif, serta mendapat dukungan penuh dari orang tua. Sinergi antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk mengawal tumbuh kembang anak hingga lulus nanti,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MPLS, Afuku Danabira, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian hari terakhir MPLS mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Kementerian Pendidikan dengan penguatan budaya sekolah melalui program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dan Cinta Lingkungan (5S+CL).

Selain pembiasaan pagi, siswa baru juga mengikuti pengenalan organisasi sekolah, ramah tamah bersama kakak kelas OSIS, serta penyampaian pesan dan motivasi sebagai bentuk penyambutan kepada keluarga besar SMPN 1 Rancabungur.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan nametag MPLS usai salat Dzuhur. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa seluruh peserta telah resmi menyelesaikan masa pengenalan lingkungan sekolah dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagai siswa SMPN 1 Rancabungur.

Simbolis pelepasan kartu MPLS oleh Kepala SMPN 1 Rancabungur.
Baca juga: Kepala SMPN 1 Rancabungur Tegaskan ETP ke Bandung Resmi Dibatalkan, Bantah Isu Kekerasan dan Tekanan ke Siswa

Afuku mengungkapkan, selama lima hari MPLS siswa juga mengikuti berbagai asesmen yang menjadi program terbaru Kementerian, mulai dari asesmen literasi dan numerasi, asesmen sosial emosional, asesmen bakat dan minat, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

“Seluruh proses asesmen dipantau bersama wali kelas. Apabila ada siswa yang belum menyelesaikan pengisian, sekolah memberikan kesempatan susulan melalui gawai orang tua agar seluruh data peserta didik dapat terpenuhi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun budaya belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

“Harapan kami, seluruh siswa baru mampu beradaptasi dengan cepat, percaya diri, saling menghargai, menjauhi bullying, serta menjadikan SMPN 1 Rancabungur sebagai rumah kedua untuk belajar, berkarya, dan meraih prestasi,” pungkasnya. (Juna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *