“Mungkin beberapa tahun sebelumnya sempat terhalang oleh pandemi Covid-19, dan di HJB 541 ngumbah kujang bisa dilaksanakan kembali. Saya berharap, kegiatan kumbah kujang ini akan jadi tradisi yang baik dan bisa dilestarikan ke depannya,” paparnya.
Wakil Wali Kota itu juga menjelaskan, tujuannya tiada lain melakukan napak tilas dan mengenang serta mengingat para leluhur dan pendahulu.
“Karena memang pendahulu ini memiliki visi dan misi yang sama yaitu mempersatukan bangsa melalui simbol Kujang,” ucapnya.

Kujang itu sendiri, lanjut Dedie, memiliki arti menguatkan tali persaudaraan, menyatukan perbedaan-perbedaan dan juga merupakan simbol kesejahteraan, bukan sebagai alat pembunuh.
“Dengan kita lestarikan, harapannya bagi generasi muda akan mudah mengenal dan dikenang. Dan betapa adiluhungnya seni tradisi sunda khususnya di wilayah Bogor.
“Mari kita lestarikan sebagai bentuk warisan dalam upaya-upaya membangun kesejahteraan Kota Bogor,” ajaknya.
Dedie menambahkan, dirinya sudah meminta kepada pihak panitia, bukan hanya para pelaku sejarah atau budayawan saja yang dilibatkan, tetapi juga ditransformasi ke kalangan generasi muda.
“Karena nilai-nilai baik ini juga harus dimaknai sebagai nilai budaya kasundaan. Jadi, bukan hanya dimiliki oleh orang tua semata, tapi justru semua kalangan, termasuk bagi generasi muda kedepannya,” pungkasnya.











