BOGOR, Kobra Post Online – Pemerintah Desa (Pemdes) Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, terus berbenah untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Salah satu inovasi yang digulirkan Pemdes ini yaitu program digitalisasi pelayanan bekerja sama dengan Tim Digitalisasi Desa (DIGIDES) yang dipimpin oleh Muhammad Aswar.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan pelayanan desa lebih cepat, mudah, dan transparan.
Sistem digital yang diterapkan meliputi aplikasi berbasis ponsel dan mesin anjungan layanan mandiri. Sehingga warga dapat mengakses berbagai layanan seperti pengajuan surat, pembayaran pajak, dan administrasi lainnya secara online, tanpa harus datang ke kantor desa.
Kepala Desa Purwasari, M Yusup Mustopa menjelaskan, program yang digulirkan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Permendes Nomor 2 Tahun 2024 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Salah satu fokus utama aturan itu adalah penerapan digitalisasi untuk mendukung pelayanan publik di tingkat desa.
“Tujuan utama digitalisasi ini adalah mempercepat pelayanan, memudahkan akses masyarakat, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan administrasi desa,” ujar Yusup kepada Kobra Post Online, Sabtu (17/5) kemarin.

Yusup menuturkan, sistem yang dikembangkan oleh DIGIDES memiliki tiga fitur utama, yaitu:
- Pelayanan administrasi digital, yang mengikuti ketentuan Permendagri Nomor 47 Tahun 2016.
- Digitalisasi persuratan, yang membuat proses surat-menyurat lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik.
- Aplikasi mobile desa, yang memudahkan warga mengurus keperluan langsung dari ponsel mereka.
Baca juga: Momen Wakil Bupati Bogor Ketika Mencium Tangan Seorang Petani di Desa Purwasari
Sementara itu Tim Digides Muhammad Aswar mengatakan bahwa sistem ini sangat membantu perangkat desa bekerja lebih efisien.
“Dengan digitalisasi, pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat. Warga yang tinggal jauh dari kantor desa pun kini bisa mengakses layanan dengan mudah,” paparnya.
Ke depan, lanjut Aswar, Pemerintah Desa Purwasari bersama Tim DIGIDES akan terus melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi warga dan perangkat desa agar sistem ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan layanan tetap berjalan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap, program ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor dan bahkan di tingkat nasional.
“Kunci keberhasilan digitalisasi desa adalah komitmen dan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Aswar menyebutkan, digitalisasi Desa Purwasari bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi juga wujud nyata dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mendorong efisiensi pemerintahan, dan menciptakan tata kelola desa yang lebih transparan dan akuntabel.
“Dengan langkah ini, Desa Purwasari menatap masa depan sebagai desa cerdas yang siap menjawab tantangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik bagi warganya,” pungkasnya.









