Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Stunting di Desa Pasirgaok Turun Signifikan, Pemdes Tambah Posyandu Baru dan Perkuat Layanan Gizi Anak

15
×

Stunting di Desa Pasirgaok Turun Signifikan, Pemdes Tambah Posyandu Baru dan Perkuat Layanan Gizi Anak

Sebarkan artikel ini
Stunting.
Rembuk Stunting Desa Pasirgaok. (Foto: Dok. Juna).

BOGOR, Kobra Post Online – Kabar menggembirakan datang dari Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Upaya pencegahan stunting yang dilakukan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di desa tersebut mengalami penurunan signifikan pada tahun 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan Rembuk Stunting Desa Pasirgaok yang digelar di Aula Desa Pasirgaok, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini dihadiri kader PKK, kader Posyandu, ketua RT dan RW, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari PLKB Kecamatan Rancabungur, ahli gizi, pendamping desa, serta Kepala Seksi Kesehatan dan Pendidikan Kecamatan Rancabungur.

Kepala Desa Pasirgaok, Abdul Rohman, mengatakan rembuk stunting merupakan forum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyusun strategi percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

“Melalui kegiatan ini, kami memetakan berbagai permasalahan berdasarkan data Posyandu dan Puskesmas. Selain itu, kami juga menyatukan langkah seluruh pihak agar penanganan stunting dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Abdul Rohman yang akrab disapa About.

Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian asupan gizi, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi pola asuh, pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan kesehatan ibu hamil, hingga optimalisasi pelayanan Posyandu.

Stunting.
Kepala Desa Pasirgaok, Abdul Rohman.
Baca juga: 3 Tahun Kepemimpinan “About”, Desa Pasirgaok Tancap Gas: Mobil Siaga hingga Layanan Gratis Bikin Warga Terbantu

Tambah Posyandu Baru, Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan, Pemerintah Desa Pasirgaok akan menambah satu Posyandu baru di wilayah RW 01 yang diberi nama Posyandu Mawar 2 dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026.

Langkah tersebut diambil karena wilayah RW 01 memiliki jumlah sasaran pelayanan kesehatan terbanyak, mulai dari ibu hamil, balita hingga lansia.

“Penambahan Posyandu Mawar 2 dilakukan agar pelayanan lebih dekat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat. Kadernya sudah tersedia dan insyaallah mulai beroperasi pada bulan Juli. Dengan penambahan ini, jumlah Posyandu di Desa Pasirgaok bertambah dari enam menjadi tujuh unit,” jelasnya.

About menambahkan, kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan di Posyandu.

“Sekarang kunjungan masyarakat ke Posyandu semakin meningkat. Tidak hanya balita, tetapi juga ibu hamil dan lansia yang rutin datang memeriksakan kesehatannya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus memperkuat sinergi dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk memastikan angka stunting terus menurun dari tahun ke tahun.

“Kami berkomitmen mewujudkan Desa Pasirgaok bebas stunting. Dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program ini,” tegasnya.

Stunting.
Baca juga: Dana Desa Dipangkas Jadi Rp373 Juta, Pemdes Pasirgaok Fokus 8 Program Prioritas 2026

PKK: Penurunan Stunting Berkat Kerja Keras Kader dan Tingginya Partisipasi Warga

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Pasirgaok, Siti Rojanah, mengungkapkan bahwa capaian positif tersebut tidak terlepas dari kerja keras kader Posyandu yang selama ini aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, berdasarkan data yang disampaikan dari tingkat kecamatan, kondisi stunting di Desa Pasirgaok mengalami penurunan yang cukup signifikan. Anak-anak yang sebelumnya masuk kategori berisiko kini hanya memerlukan pemantauan pertumbuhan karena berkaitan dengan tinggi badan, bukan karena gizi buruk,” ujarnya.

Menurutnya, para kader terus melakukan sosialisasi secara intensif agar masyarakat rutin datang ke Posyandu dan memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia.

“Sebelum pelaksanaan Posyandu, kader selalu mengingatkan warga melalui grup WhatsApp maupun secara langsung. Tujuannya agar seluruh sasaran, terutama ibu hamil dan balita, hadir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” katanya.

Siti berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga seluruh anak di Desa Pasirgaok tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Harapan kami, seluruh warga Desa Pasirgaok sehat dan sejahtera. Semoga tidak ada lagi masalah kesehatan yang menghambat tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.

Dengan penurunan angka stunting yang signifikan, penambahan Posyandu baru, serta tingginya partisipasi masyarakat, Desa Pasirgaok kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi pemerintah desa, kader kesehatan, dan warga mampu mempercepat lahirnya generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *