Lanjut Rena, ketika pelengkung semuanya dilepas dari badan jembatan ada kenaikan 1,8 meter, sehingga bangunan Jembatan Otista baru memiliki kemiringan 5 derajat. Pelengkung yang semula menopang Jembatan Otista selama ratusan tahun, kini akan dijadikan sebagai objek wisata baru di Kota Bogor.
“Silahkan dilihat melalui tangga, inspeksi di bawah jembatan. Pelengkungnya masih berdiri kokoh namun tidak membebani struktur jembatan yang baru. Itu hanya hiasan aja,” ucapnya.
Rena menerangkan dari struktur Jembatan Otista ini didesain untuk moda transportasi trem, sehingga tahan getaran dan tonase tinggi.

Baca juga: Renovasi Jembatan Otista Antara Rahmat dan Berkah
Saat ini, kata Rena, jalur trem di badan jembatan untuk sementara ditutup dengan hotmix. “Jadi ketika trem sudah akan beroperasi tinggal dibuka hotmix, disitu ada lajur lurus,” ungkapnya.
Jembatan Otista yang semula menjadi penyumbat lalu lintas, kini sudah dilebarkan menjadi 22 meter dengan badan jembatan seluas 17 meter dan sisanya adalah pedestrian. Sedangkan anggaran revitalisasi Jembatan Otista tersebut digelontorkan melalui APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp101 miliar.












