Wulan menggambarkan, kudapan yang diberikan kepada siswa berbahan dasar ikan dan ayam, hasil olahan dari hewani. Cemilan ini diberikan dalam satu minggu tiga kali, yakni Senin, Rabu dan Jumat.
“Kita adakan penutupan untuk pemberian kudapan ke 20. Alhamdulillah dihadiri langsung oleh Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, DKPP Kota Bogor, serta unsur pemerintahan lainnya,” jelasnya.
Ia menyebut, sekolah akan mengupayakan agar para siswa membawa bekal makanan sehat dari rumah. Supaya menghindari jajanan yang tidak sehat.
“Kita upayakan agar orang tua siswa membuat kudapan seperti yang diberikan oleh Bapanas ini,” ungkapnya.

Baca juga: Hari Terakhir, DKPP Kota Bogor Sosialisasi Program Genius di SDN Bubulak 2
Ia berjanji akan memantau jajanan-jajanan yang ada di sekitar sekolah, jangan sampai terdapat makanan yang tidak baik bagi tubuh anak. Seperti menggunakan pengawet atau pewarna berlebihan.
“Itu kita akan lihat, kita pantau karena memang suka ada kunjungan dari Puskesmas ke kantin-kantin sekitar sekolah,” jelasnya.












