Bupati Sukabumi Monitor Sterilisasi Wilayah Perbatasan Berjalan Lancar

oleh -784 views
Sterilisasi
Bupati Sukabumi Monitor Wilayah Perbatasan

SUKABUMI, Kobrapostonline.com – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami memonitor proses sterilisasi di wilayah perbatasan Kabupaten Sukabumi berjalan lancar. Upaya dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya di perbatasan Cicurug-Bogor.

Penggunaan bahan penyemprotan disinfektan untuk barang dan antiseptik bagi manusia terus dilakukan oleh petugas. Selain itu fasilitas cuci tangan juga berjejer di Terminal Benda Cicurug sebagai lokasi sterilisasi.

Sejak pagi, H. Marwan Hamami terlihat memonitoring dua titik lokasi perbatasan secara langsung. Dirinya bergerak memantau lokasi sterilisasi di Sukalarang dan Benda Cicurug, Minggu (05/04/2020).

Bupati menegaskan bahwa ada dua titik perbatasan Kabupaten Sukabumi yang merupakan tingkat mobilisasinya cukup tinggi. Sementara untuk wilayah, dirinya sudah perintahkan perangkat daerah agar melakukan sterilisasi termasuk dilingkungan warga, pesantren, Masjid hingga sekolah.

Menurutnya, setiap petugas telah dibekali pengetahuan tentang bagaimana cara dan teknis pelaksanaan penyemprotan yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan.

“Secara teknis pencegahan penyebaran Covid-19 ini sudah efektif, serta dilaksanakan secara intensif dan runtut. Mulai dari penyemprotan hingga mencuci tangan termasuk pengecekan suhu tubuh,” jelasnya.

H. Marwan meminta, agar semua kendaraan baik umum maupun pribadi harus disterilkan terlebih dahulu sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Terkait dengan pengecekan suhu tubuh, orang yang suhu tubuhnya tinggi akan dipantau dan didata. Untuk kemudian dilakukan tindakan dan penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Baca juga : Kades Batutulis Atasi Longsor, Bantuan Pemkab Bogor Tak Kunjung Datang

Bupati juga menyampaikan bahwa pelaksaan proses penyemprotan itu diupayakan selama 24 jam. Namun jika dalam kondisi cuaca hujan, teknis penyemprotan diatur sedemikian rupa.

“Saat hujan misalnya, penyemprotan akan dihentikan sementara. Karena air hujan bisa menghilangkan manfaat disinfektannya. Selain itu juga bisa menghilangkan virus yang menempel di bagian luar kendaraan. Sedangkan untuk bagian dalam kendaraan, kita tetap melakukan penyemprotan secara manual,” terangnya.

Reporter          : Agus Rap

Editor              : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *