BOGOR, Kobra Post Online — Pemerintah Kecamatan Rancabungur menggelar upacara peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 tahun 2025 di halaman kantor kecamatan pada Selasa (3/6).
Upacara ini diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rancabungur, para kepala desa, kader PKK, PGRI, Kwarran, Dharma Wanita, jajaran puskesmas, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, paskibra, seluruh perangkat desa, pimpinan pondok pesantren, dan unsur lainnya.
Yang menarik, seluruh peserta mengenakan busana adat Sunda, seperti baju pangsi dan kebaya.

Baca juga: Jelang HJB ke-543, Kecamatan Rancabungur dan MUI Gelar Tasyakuran
Camat Rancabungur, Dita Aprilia, menyampaikan bahwa peringatan HJB tingkat Kecamatan Rancabungur diisi dengan upacara yang diikuti ratusan peserta. Menurutnya, momentum HJB ini sangat bermakna bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah, upacara berlangsung khidmat. Di usia ke-543 ini, diharapkan Kabupaten Bogor dapat lebih maju dan sejahtera. Para pemimpinnya juga diharapkan mampu mengayomi masyarakat dengan baik. Tentu, masyarakat pun harus meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan dan berbagai bidang lainnya,” ujar Dita kepada Kobra Post Online seusai acara.

Baca juga: 329 Kepala SD dan SMP di Kabupaten Bogor Dilantik, Ini Pesan Bupati
Dita menambahkan, peringatan HJB ke-543 tahun 2025 mengangkat tema “Sacangreud Pageuh, Sagolek Pangkek, Ngarojong Pangwangunan Kabupaten Bogor.”
“Kami berharap, apa yang telah diikat harus dipegang erat, dan apa yang telah disepakati harus ditepati. Pribahasa ini menekankan pentingnya menepati janji, menjaga komitmen, dan bersikap konsisten dalam tindakan,” jelasnya.

Baca juga: Rumah Warga di Mekarsari Ambruk, Kecamatan Rancabungur Berikan Bantuan Material
Sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Sunda, seluruh peserta upacara kompak mengenakan pakaian adat seperti pangsi dan kebaya.
“Setelah upacara, kami juga menyuguhkan berbagai penampilan untuk memeriahkan peringatan HJB. Di antaranya pencak silat yang dibawakan oleh siswa SDN Rancabungur 04, tari-tarian khas Sunda dari sanggar, lomba menyanyi, fashion show, dan lainnya,” tutup Dita.












