Mereka tak peduli, masyarakat pengguna masjid selama ini yang kepanasan dan kehujanan saat salat jumat yang hanya mengandalkan salah satu lantai bangunan di kompleks Pasar Kebon Kembang.
Wali kota dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang seyogianya turun ke lapangan, blusukan ke wilayah-wilayah masyarakat Kota Bogor yang tengah membangun masjid tanpa terkait bantuan pemerintah.
Banyak bangunan masjid megah yang rampung dengan dana proyek yang dikelola secara mandiri. Hasilnya sangat membanggakan, banyak masjid-masjid megah yang dibangun secara swadaya, namun lancar tanpa gangguan berarti.
Sebagai contoh renovasi dan pembangunan Masjid Al-Muslimun di Kawasan Perumahan Indraprasta Bantar Jati, telah berdiri megah dengan tampilan struktur menara dan ornamen eksterior bangunan yang amat indah. Dibangun dengan dana yang amat wajar dan selesai dalam waktu relatif singkat.
Baca juga: Pembangunan Masjid Agung, Pemkot Bogor Kembali Ajukan Rp39,2 Miliar
Sebuah proyek yang tak jelas kapan tuntasnya, yang nota bene dibangun oleh dan atas nama APBD pemerintah, tentu akan menjadi pergunjingan di tengah-tengah masyarakat. Tentu akhirnya akan muncul pertanyaan: Ada apa dengan Pemerintah Kota Bogor? Ingat Pak, itu uang rakyat.












